Pelanggan di Kota Jambi Mengeluh Listrik Padam, Ini Penjelasan PLN

Untuk diketahui, penyebab gangguan listrik di PLN UP3 didominasi adalah pohon 77 persen, sedanhkan sisanya 23 persen karena hewan, petir, dan...

Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Belum lama ini, sejumlah masyarakat di Kota Jambi melayangkan keluhan terkait listrik padam dan biarpet.

Terkait hal itu, pihak PLN UP3 Jambi menjelaskan hal itu terjadi karena adanya sistem proteksi kelistrikan PLN untuk mengamankan dari hubung singkat dan tegangan lebih.

"Hubung singkat terjadi di jaringan Saluran Udara tegangan menengah PLN ada dua, yaitu hubung singkat antar phasa dan hubung singkat phasa ke tanah," kata Kepala PLN UP3 Jambi, Hanfi Adhrean Abidin, Sabtu (2/5/2020).

Meski Corona, di Taman Rimba Tidak Ada Pengurangan Karyawan

Jadwal Belajar dari Rumah Minggu 3 Mei 2020, Lengkap Dengan Link Live Streaming TVRI

Covid-19 dan Mimpi 10 Tahun ke Depan MarkPlus

Dia menjelaskan, hubung singkat antar phasa bisa terjadi akibat dahan dan ranting pohon, baliho, atau karena adanya konduktor yang kendor beradu ditiup angin kencang. Itu bisa terjadi akibat hewan yang mengenai dua kawat, seperti monyet, kalong, atau burung bersayap besar.

Sementara itu, hubung singkat phasa ke tanah bisa terjadi akibat pohon roboh, arku layangan, hewan-hewan kecil tupai, atau konduktor putus ke tanah.

Lebih lanjut, Hanfi menjelaskan, listrik padam juga bisa diakibatkan tegangan berlebih, seperti petir. Namun jika itu terjadi, proteksi PLN bekerja untuk mengamankan dampak padam yang lebih luas.

"Misalnya trafo daya kapasitas besar seperti di Gardu Induk 30 MVA atau 60 MVA atau pun proteksi pembangkit bekerja sehingga padamnya makin luas yang disebut black out," jelas dia.

Lanjut Hanfi, untuk pengamanan perlatan dan sistem kelistrikan dan pengamanan dari bahaya, pihak PLN melakukan pemadaman di sebagian lingkungan.

"Kenapa terjadi ada yang nyala listriknya dan ada yang padam? Karena PLN akan berupaya meminimalisir dampak padam," jelasnya lagi.

Untuk diketahui, penyebab gangguan listrik di PLN UP3 didominasi adalah pohon 77 persen, sedanhkan sisanya 23 persen karena hewan, petir, dan komponen atau peralatan PLN.

Saat disinggung upaya yang dilakukan PLN untuk mengantisipasi gangguan listrik ke depannya, Kepala PLN menyebut akan melakukan pemeliharaan dengan pemangkasan pohon.

"PLN terus berupaya keras rutin melakukan pemeliharaan pemangkasan pohon, menjaga jarak aman dari konduktor PLN dengan radius di atas 3 meter. Banyak sekali hambatan pemilik pohon produktif, seperti karet, sawit buah-buahan, jalur hijau kota, pohon pelindun, bahkan pohon hias depan rumah," ujarnya.

Dia juga menghimbau meminta keikhlasan pemilik pohon agar bersedia pohonnya ditebang atau dipangkas untuk menjaga jarak aman. Selain itu, dia juga mengimbau agat tidak menanam kembali persis di bawah atau di dekat jaringan PLN.

"Kami mengimbau kepada pelanggan kami, cukup menginfokan ke PLN terdekat, menghubungi ke 123, atau di aplikasi PLN Mobile," tandasnya. (Mareza Sutan A J)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved