Virus Corona di Jambi
Penjualan Baju Raya Diprediksi Turun Tahun Ini, Pedagang di Jambi Lesu Akibat Covid-19
Penjualan pakaian pada Ramadan ini jauh merosot dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penjualan pakaian pada Ramadan ini jauh merosot dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sejumlah pedagang yang Tribunjambi.com temui mengaku, penjualan tahun ini 'lesu'. Padahal biasanya, pada bulan Ramadan, masyarakat mulai ramai menjajaki pasar.
"Bedalah, lesu penjualannya," kata Eli, satu di antara pedagang di Pasar Angso Duo, Selasa (28/4/2020).
Menurutnya, pandemi corona virus disease (Covid-19) menjadi satu di antara penyebab menurunnya penjualan tahun ini. Hal itu karena aturan yang dibuat untuk mengimbau masyarakat tetap di rumah dan mengurangi aktivitas di luar.
• Dianggap Lebih Berbahaya dari PDP, di Sarolangun Ditemukan 600 OTG
• Fachrori : Kita Harus Lebih Siaga Cegah Karhutla
• Hasil Rapid Tes Positif, 5 Warga Sungai Penuh Diisolasi
Kendati begitu, dia tetap mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah.
"Semoga ini (Covid-19) cepat berlalulah," harapnya.
Pedagang lain, Ramzi juga mengalami hal yang sama. Bahkan, dia memperkirakan penurunan omzet lebih 50 persen. Alasannya, selain karena wabah Covid-19, perekonomian masyarakat di berbagai lini pun tengah menurun.
"Jauh menurunnya, tapi yang penting kita ikhtiar," tuturnya.
Dia mematok penurunan omzet dari perputaran barang. Menurutnya, biasanya sejak awal Ramadan, dia bisa memasok barang-barang baru untuk dijajakan.
Walakin saat ini, dia masih mengandalkan penjualan barang-barang yang dipasok sebelum wabah Covid-19 diumumkan, awal Maret 2020 lalu.
Melihat tahun-tahun sebelumnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya masyarakat meminati pakaian muslim dan muslimah untuk segala umur.
"Kalau model baru, memang belum keluar, karena wabah ini kan. Tapi kita kan juga ada pasok sebelum Maret. Itulah yang banyak kita jual sementara ini," ujarnya.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)