Berita Jambi
Aktivitas Bus di Terminal Alam Barajo Kota Jambi Menurun Drastis, Sejumlah PO Setop Sementara
Sejak diberlakukannya aturan larangan mudik, aktivitas keberangkatan dan keberangkatan bus di terminal Alam Barajo Kota Jambi menurun drastis.
Penulis: Zulkipli | Editor: Deni Satria Budi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejak diberlakukannya aturan larangan mudik, aktivitas keberangkatan dan keberangkatan bus di terminal Alam Barajo Kota Jambi menurun drastis.
Untuk hari ini, Minggu (26/4/2020) hanya ada dua bus antara kota antar Provinsi Jambi (AKAP) yang masuk ke terminal. Namun untuk bus antar kota dalam provinsi (AKDP) masih berjalan.
Koordinator Satuan Pelaksana Terminal Alam Barajo Kota Jambi Ibrahim mengatakan, bus AKAP yang masuk terminal beberapa hari ini adalah sisa-sisa atau buangan yang sudah terlanjur jalan sebelum kebijakan pelarangan itu diberlakukan.
"Misalnya dari Palembang mau ke Aceh," sebut Ibrahim.
• Penuh, Dua Pasien Positif Covid-19 di Merangin Batal Dirujuk ke RS Hanafie
• Alami Sesak Napas, Seorang Ibu yang Menumpang Travel Diturunkan Paksa Sopir di Pinggir Jalan
• Diusulkan Menjadi Kawasan ZIWBK, Pembangunan Terminal Alam Barajo Kota Jambi Terus Diperjuangkan
Untuk keberangkatan dari terminal pun, dikatakan Ibrahim sudah tidak dilayani di terminal. Menurutnya beberapa hari ke depan aktivitas bus akan benar-benar nol.
"Meskipun Jambi tidak PSBB kan, tapi daerah tujuan seperti Jakarta, Palembang, Padang mereka kan PSBB semua," katanya.
Sementara itu, beberapa perusahaan Otobus (PO) yang beroperasi di Jambi mengaku tidak lagi beroperasi sejak pemberlakuan PSBB. Satu diantaranya adalah PO Handoyo.
• Pasien Positif Corona di Jambi Bertambah 11 Orang, IDI: Ini Tidak Main-main Lagi
• Kisah Preman Terminal yang Karirnya Moncer di Kopassus, 17 Naik Pangkat, Kini Jadi Pelatih Komando
• 26 April 2020, Ada 11 Pasien Positif Covid-19 di Provinsi Jambi, 7 Berasal Dari Kabupaten Merangin
Pengelola PO Handoyo Cabang Jambi Hairuddin, saat diwawancarai Tribunjambi.com, mengungkapkan bahwa sejak beberapa hari lalu, aktivitas angkutan penumpangnya benar-benar terhenti atau tidak beroperasi.
Untuk di Provinsi Jambi, dalam sehari biasanya mereka memberangkatkan empat armada menuju pulau Jawa, 1 armada ditambah 3 armada dari Provinsi Riau. Begitupun sebalikanya.
"Bisa dikatakan 100 persen penurunan penumpang karena memang tidak beroperasi," sebutnya.
Dia pun mengaku, pihak majemen terpaksa memarkirkan armadanya, dan mengistirahatkan para sopirnya.
"Untuk kerugian, kita tidak bisa menyebut, sebab itu yang tahu kantor pusat," pungkasnya.(Tribunjambi.com/Zulkifli)