Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Tanjab Barat

20 Ribu Lebih Masyarakat Tanjabbar Terima Bantuan Sosial, Ternyata Dari Pusat Bukan Daerah

Untuk diketahui bahwa Pemkab Tanjabbar mengklaim memiliki dana Rp 58,3 miliar yang disiapkan untuk bidang kesehatan, ekonomi dan dampak sosial dari Co

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI/LEONARDUS YOGA WIJANARKO
Ilustrassi pemberian bantuan sosial bahan pangan non tunai atau BPNT 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjabbar sampai saat ini belum menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Hal ini sangat disayangkan dan Pemkab Tanjabbar terkesan lamban dalam mengambil keputusan untuk memberikan bansos.

Untuk diketahui bahwa Pemkab Tanjabbar mengklaim memiliki dana Rp 58,3 miliar yang disiapkan untuk bidang kesehatan, ekonomi dan dampak sosial dari Covid -19.

Untuk dampak ekonomi diplot sebesar Rp 30,7 miliar. Untuk dampak sosial Rp 24 miliar dan sisanya untuk penanganan kesehatan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanjabbar, Syaifudin saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa khusus untuk bantuan penanganan Covid-19, pihaknya menyesuaikan dengan kondisi kedaruratan wilayah.

Tak Hanya Lampu Jalan di Muarojambi yang Hilang Dicuri, Ribuan Meter Kabel Juga Ikut Raib

Diyakini Jadi Obat Covid-19, Daun Sungkai yang Banyak di Jambi, Gubernur Instruksikan Dishut Teliti

Ancaman Lain dari Virus Corona, Intelijen AS Sebut COVID-19 Berpotesi Dijadikan Senjata Biologis

Hal ini senada dengan instruksi Bupati Tanjabbar beberapa waktu lalu, yang menyebutkan bansos dari pemkab akan disalurkan ketika status naik menjadi Tanggap Darurat.

"Khusus untuk Covid-19, bantuan dari dinsos tentu menyesuaikan status kedaruratannya," ujarnya, Minggu (26/4/2020).

Sementara itu, katanya ada beberapa bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat Kabupaten Tanjabbar. Adapun bantuan tersebut merupakan bantuan dengan dana dari Pemerintah Pusat bukan dari Pemkab Tanjabbar.

Bantuan inipun memang disalurkan ke masyarakat sebelum adanya Covid-19. Artinya bantuan tersebut merupakan program dari pemerintah pusat yang rutin diberikan kepada masyarakat yang menerimanya.

"Yang sudah jalan sebelum Covid-19 adalah bantuan PKH dan pro sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ke semuanya dalam bentuk cash transfer," terangnya.

Sementara itu jika kita mengutip dari perkataan Koordinator PKH Tanjabbar, Hendry Adriano pada Maret lalu setidaknya ada sekitar sebanyak 10.680 orang yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Tanjabbar yang menerima bantuan dari program PKH.

Lebih lanjut disampaikan oleh Syaifudin bahwa ada bantuan lain yang telah diberikan oleh masyarakat Kabupaten Tanjabbar. Namun, lagi-lagi bukanlah bantuan dari dana pemda melainkan dari pusat.

"Yaitu program sembako atau BPNT kalau dulunya rastra atau raskin. Yang menerima itu berdasarkan data bayar Bank Mandiri sebanyak 11.115 KPM (Keluarga Penerima Manfaat)," pungkasnya.

Jika melihat dari yang disalurkan oleh Pemda Kabupaten Tanjabbar. Beberapa waktu lalu Pemkab Tanjabbar sempat memberikan masker kain gratis kepada 10 ribu masyarakat Tanjabbar.

Sementara itu, Pemkab Tanjabbar memiliki beras sebanyak 20 ton yang juga akan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar kelaparan dan tidak memiliki beras di rumahnya dan menyampaikan hal tersebut kepada ketua RT tempat tinggalnya. (Samsul)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved