Virus Corona

Reaksi Jokowi Soal Pernyataan IDI Ada 1000 Kematian terkait Corona: Sampaikan, Jangan Memperkeruh!

Mulanya Jokowi menjelaskan bahwa pihaknya memang tidak ingin membuat masyarakat panik saat awal masuknya Virus Corona di Indonesia.

Editor: Tommy Kurniawan
Instagram @sekretariat.kabinet
Presiden Jokowi 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus wabah virus corona diprediksi Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) akan semakin bertambah banyak.

Bahkan IDI menyebutkan jika akan ada lebih 1000 kematian terkait wabah virus corona di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat disinggung soal pernyataan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengenai transparansi data virus corona di Indonesia.

Presiden Jokowi lantas memberikan tanggapannya saat diwawancara oleh Najwa Shihab di Istana Merdeka pada acara Mata Najwa, Selasa (21/4/2020).

Mulanya Jokowi menjelaskan bahwa pihaknya memang tidak ingin membuat masyarakat panik saat awal masuknya virus corona di Indonesia.

Tidak Salat Jumat 3 Kali Berturut-turut Jadi Kafir? Quraish Shihab: Paling tidak, ada 3 kategorinya

Pria Ini Sembuh Dari Corona Hanya Lakukan 3 Hal Sepele Ini di Rumah, Tanpa Obat dan ke Rumah Sakit

Barbie Kumalasari Mendadak Panik Diminta Tunjukkan Berlian yang Belum Dijual: Aku Lagi di Rumah Anak

Mahasiswa Cipayung Plus dan BEM se-DKI Kolaborasi Relawan Gugus Tugas Atasi Covid-19

Sehingga, ia meminta agar jajarannya menyampaikan masalah virus corona secara hati-hati.

Dijelaskan Jokowi, jika pemerintah salah menyampaikan, dikhawatirkan masyarakat menjadi panik hingga membuat sistem kesehatan kewalahan.

"Enggak, itu saya sampaikan awal-awal saat ditemukan pasien 01 pasien 02. Saya menyampaikan agar hati-hati menyampaikan informasi-informasi ke lapangan, agar tidak membuat masyarakat itu panik."

"Karena kalau panik sistem kesehatan nasional kita enggak akan mampu menangani. Kalau semua orang berbondong-bondong ke rumah sakit, minta diperiksa minta di tes, enggak akan mampu, negara manapun enggak akan mampu," ujar dia.

Bahkan, menurut Jokowi, negara-negara maju juga tak akan bisa menangani masalah Virus Corona jika semua warganya panik.

"Negara maju yang kita lihat sama. Karena kepanikan masyarakat, semua pengin ke rumah sakit, semua pengin dites. Sistem nasional kesehatan mereka yang sudah sangat modern pun juga roboh karena enggak mampu menangani itu. Itu yang kita jaga dari awal," ucap Jokowi.

Meski demikian, Jokowi menegaskan, transparansi data juga menjadi hal yang penting karena berguna untuk melindungi warga.

"Sehingga apa yang kita sampaikan di awal-awal itu. Tetapi bahwa data transparan itu penting supaya semua orang ngerti dan bisa menjaga dan bisa memproteksi, siapa yang terkena sehingga tindakan apa yang dilakukan," katanya.

Tranparansi data berguna untuk melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona, termasuk berguna dalam kegiatan pelacakan.

"Tiga hal saya sampaikan sejak awal, tes, uji secara masif, pelacakan yang agresif, dan isolasi yang ketat."

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved