Pembahasan Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja Ditunda, KSBSI Jambi Ajak Fokus Tangani Corona

Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia sejak dari awal Isu RUU ini dihembuskan sudah melakukan penolakan

Tribunjambi/Rohmayana
Roida Pane, Korwil KSBSI Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Legislasi (Baleg) DPR untuk sementara menunda pembahasan terkait klaster ketenagakerjaan dalam Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.

Ketua Baleg DPR, Supratman Andi Agtas mengatakan, penundaan pembahasan klaster Ketenagakerjaan, sudah dipertimbangkan dan disetujui.

Kini Baleg DPR RI tinggal menunggu sikap pemerintah, sebab RUU ini merupakan usulan pemerintah.

Alasan DPR menunda pembahasan khusus kluster Ketenagakerjaan adalah karena derasnya penolakan yang dilakukan kelompok masyarakat khususnya dari buruh.

Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia sejak dari awal Isu RUU ini dihembuskan sudah melakukan penolakan.

KSBSI mendesak pemerintah dan DPR menghentikan pembahasan kluster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja karena banyak mendegradasi hak-hak pekerja buruh.

Selain menyurati Lembaga-Lembaga Terkait, KSBSI Juga melakukan lobi baik ke pemerintah seperti kementerian terkait.

Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban juga menemui Presiden Jokowi pada Rabu 22 April 2020 dan membawa pesan yang pesan yang sama yakni mengeluarkan kluster ketenagakerjaan dari RUU Cipta Kerja.

Roida Pane selaku Korwil KSBSI Jambi menyambut baik atas ditundanya pembahasan kluster ini. Dia meminta saat ini supaya perhatian difokuskan pada penanganan Covid-19.

Terkait Pandemi Covid 19, kata Roida, banyak persoalan yang muncul tidak terkecuali dampaknya bagi masyarakat buruh.

Dalam rilis yang dikirimkan ke Tribun, Roida Pane mengatakan banyak buruh yang dirumahkan dan upahnya tidak dibayar penuh.

KSBSI akan tetap mengawal kalau sampai ada pengusaha yang memanfaatkan pandemi Covid-19 ini untuk mengebiri hak-hak buruh.

Sementara untuk perayaan MayDay tahun ini, Roida mengatakan KSBSI Jambi juga akan mengadakan kegiatan, namun bentuknya bakti sosial.

“Kegiatan berupa pembagian sembako dan APD (alat pelindung diri) bagi masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19 ini, khususnya buruh yang ada di Jambi. Semoga pandemi ini cepat berlalu,” tutupnya. (*) 

Presiden Jokowi Ungkap DKI Jakarta Butuh Rp 500 Miliar Sehari Jika Terapkan Kebijakan Lockdown

Laboratorium BPOM Jambi akan Digunakan untuk Uji Swab Corona, Antoni Asdi : Minggu Depan Selesai

Kasus Positif Covid-19 di Jambi Bertambah, Istri Pasien 06 Positif Corona

Editor: suang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved