Pemandu Lagu di Jawa Barat Kejang-kejang dan Meninggal Sebagai PDP, Sempat Temani Tamu Luar Daerah

Ia berprofesi sebagai pemandu lagu (PL) di beberapa karaoke, di antaranya Karaoke Yakuza Puwareja Klampok dan Starlight Karangtengah Banjarnegara.

Editor: Tommy Kurniawan
viral4real
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Sempat temani sejumlah tamu dari luar daerah, seorang wanita pemandu lagu di Sukabumi Jawa Barat meninggal dunia.

Sebelumnya, wanita pemandu lagu tersebut sudah dilarikan ke RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara dan berstatus PDP virus corona.

Sontak kejadian meninggalnya wnaita pemandu lagu ini mengegerkan publik, pasalnya wanita tersebut berstatus PDP virus corona.

Menurut Direktur RSUD Hj Anna Lasmanah dr Erna Astuti, pasien tersebut masuk RSUD Hj Anna Lasmanah pada 22 April 2020 sekitar pukul 08.23 WIB.

Hari Ini Ditutup, Buruan Daftar Kartu Prakerja Gelombang 2 Disini, Masih Ada Waktu hingga 16.00 WIB

Apa Itu Plasma Darah, Terapi yang Digunakan untuk Penyembuhan Pasien Virus Corona

Ternyata Sosok Ini yang Tawari Luna Maya Uang Ratusan Juta Buat Jadi Teman Jalan: Sorry Gak Jualan!

Masih Yakin Anggap Remeh Virus Corona? 6 Efek Buruk Ini Bakal Dirasakan

R sudah dalam kondisi tidak sadar saat masuk IGD RSUD.

"Kondisi kejang dan dilakukan penanganan medis di ruang IGD," katanya.

Keterangan dari rekan korban, tiga hari lalu R kedatangan tamu dari luar kota.

Malam itu korban sempat muntah-muntah, sesak nafas dan tidak bisa tidur selama dua hari.

Korban merupakan pendatang dari luar kota yang ngekos di kelurahan Semampir Banjarnegara.

Ia berprofesi sebagai pemandu lagu (PL) di beberapa karaoke, di antaranya Karaoke Yakuza Puwareja Klampok dan Starlight Karangtengah Banjarnegara.

BPBD Banjarnegara melalui kasi Kebencanaan, Andri Sulistyo mengatakan, usai mendapati laporan pasien meninggal,

pihaknya berkoordinasi dengan keluarga agar penanganan dilakukan pemulasaran dengan prosedur Covid19.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Sukabumi dan BPBD Kota Sukabumi terkait rencana pemakaman korban tersebut di Sukabumi," katanya

Bupati Budhi Sarwono yang sempat membesuk PDP tersebut di RSUD sangat prihatin dengan keadaan ini.

Ia berharap kasus seperti ini tak terulang lagi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved