Virus Corona

Potret Kemiskinan Saat Pandemi Virus Corona, Jual Ponsel Bekas, Curi LPG Hingga Meninggal Kelaparan

Gambaran kemiskinan di tengah pandemi virus corona (Covid-19) mulai bermunculan di masyarakat.

Editor: Heri Prihartono
Youtube Kompas TV
Yuli menangis tersedu-sedu saat membagikan cerita keluarganya yang kelaparan karena terdampak pandemi Virus Corona. 

TRIBUNJAMBI.COM - Gambaran kemiskinan di tengah pandemi virus corona (Covid-19) mulai bermunculan di masyarakat.

Gambaran kemiskinan di masyarakat bermunculan di tengah pandemi virus corona.

Mulai dari persoalan akibat PHK hingga warga yang kekurangan makanan di tengah pandemi virus corona.

Inilah Fakta Sebenarnya Video Kakek Positif Covid-19 di Lombok Mengamuk saat Dibawa Petugas Medis

 

Di Serang, Banten, seorang warga bernama Yuli sempat mengaku tak makan selama dua hari dan hanya meminum air galon bersama suami dan empat anaknya.

 

Sedangkan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, seorang warga nekat mencuri tabung gas untuk memberi makan anak dan istrinya, Ia rupanya baru saja terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Tingkatkan Kesadaran Warga di Tengah Pandemi Corona, Disnaker Bungo Bagikan Masker Gratis

Berikut sederet potret kemiskinan di tengah pandemi corona yang dirangkum Kompas.com:

1. Warga Serang, Banten mengaku tak makan dua hari

Seorang warga Kota Serang Banten bernama Yuli meninggal dunia, Senin (20/4/2020) usai dikabarkan kelaparan dan tak makan selama dua hari.

Sebelum meninggal, Yuli sempat mengutarakan isi hati mengenai kondisi ekonominya.

Bahkan untuk mengganjal perut yang lapar, ia dan keluarganya terpaksa meminum air galon selama dua hari.

"Enggak makan dua hari, cuma diem aja, sampai saya sedih," ungkap Yuli sembari berlinang air mata, seperti dikutip Kompas TV.

Sembari menggendong anaknya yang masih bayi, Yuli bercerita, empat anaknya harus menahan lapar.

"Anak empat. Ini yang paling kecil. Ini juga sampai sakit," ungkap Yuli.

Kondisi kesulitan keluarganya tak lepas dari situasi pandemi corona.

Suaminya yang seorang pemulung tak bisa bekerja.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved