Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Cara Budidaya Tanaman Pala, Komoditas Unggulan Ekspor dari Tanaman Asli Indonesia

Kita tentu sudah tahu jika dahulu banyak bangsa Eropa menjajah Indonesia utuk menguasai komoditi rempah-rempah.

Tayang:
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi buah pala 

TRIBUNJAMBI.COM - Pala adalah sejenis rempah-rempah yang sejak dahulu diketahui dapat menghangatkan tubuh.

Tahukah anda bahwa tanaman pala ini merupakan tanaman asi Indonesia?

Penggunaan pala pada masakan juga sangat populer bahkan hingga ke Eropa yaitu untuk menambah rasa pedas.

Kita tentu sudah tahu jika dahulu banyak bangsa Eropa menjajah Indonesia utuk menguasai komoditi rempah-rempah.

Ilustrasi rempah-rempah
Ilustrasi rempah-rempah (Hello sehta)

Biji pala, fuli, dan minyak pala merupakan komoditas ekspor pala yang berperan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan pendapatan negara.

Provinsi Maluku Utara masih menjadi sentra pala terbesar, kemudian disusul provinsi Aceh, Maluku, Papua Barat, dan Sulawesi Utara.

Indonesia masih menjadi negara penghasil pala terbesar kedua di dunia setelah Guatemala pada tahun 2009 hingga 2013.

Budidaya Madu Lebah, Warga Maro Sebo, Muarojambi Butuh Suntikan Modal

Tutorial Cara Menanam Porang, Umbi yang Membuat Paidi Pemulung Asal Madiun Kini Beromzet Miliaran

Saat ini pala masih menjadi komoditas ekspor unggulan.

Lantas bagaimana cara budidaya tanaman pala?

Dari berbagai sumber, Tribunjambi.com mengutip cara budidaya tanaman pala.

Berikut adalah langkah-langkah bagaimana cara menanam buah pala dengan benar beserta penjelasannya :

Persiapan Lahan Tanam Pala

Tanaman Pala ini hanya hidup di daerah beriklim tropis seperti Indonesia yang mana memiliki cukup curah hujan per tahunnya sekitar 2.000 mm – 3000 mm/tahun.

Secara umum ada beberapa kriteria lahan tanam pala yang baik yaitu sebagai berikut :

Tanahnya gembur lebih optimal jika di taah vulkanis (dekat gunung berapi)
Terpapar sinar matahari langsung minimal 7 jam sehari
Memiliki ketinggian tanah antara 200 – 700 meter diatas permukaan laut
Memiliki pH tanah antara 5,5 – 7,0
Mengandung cukup unsur hara
Sistem drainase yang baik (air tidak menggenang)

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved