Virus Corona
Gejala Baru COVID-19? Kulit Pasien Positif Corona di Wuhan China Tiba-tiba Terbakar Menjadi Gelap
Gejala Baru COVID-19? Kulit Pasien Positif Corona di Wuhan China Tiba-tiba Terbakar Menjadi Gelap
TRIBUNJAMBI.COM - Muncul kembali fakta baru dari Covid-19 dari seorang pasien positif corona di Wuhan, China.
Dua dokter di Wuhan, China, yang terkena virus mematikan tersebut mendapati perubahan warna kulit yang luar biasa setelah mereka dirawat beberapa hari.
Diduga, Covid-19 atau Virus Corona serang hati pasien.
• BREAKING NEWS Update Virus Corona 21 April 2020, Jumlah Positif Corona di Jambi Jadi 8 Orang
• Update Virus Corona Selasa 21 April 2020, 95 Pasien Berhasil Sembuh, 375 Kasus Baru!
• Meski Corona BPBD Muarojambi Tetap Jalankan Pencegahan Karhutla
"Saya trauma. Saya seperti mengalami mimpi buruk," ujar salah seorang dokter tersebut.
Dailymail.co.uk melaporkan, dua dokter Cina yang sakit kritis setelah terinfeksi Covid-19 telah melihat kulit mereka menjadi sangat gelap setelah dibawa kembali dari ambang kematian.
Dr Yi Fan dan Dr Hu Weifeng, keduanya berusia 42 tahun, terkena virus corona baru ketika merawat pasien di Rumah Sakit Pusat Wuhan pada bulan Januari 2020.
Perubahan warna kulit yang abnormal itu disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon setelah hati mereka rusak oleh virus, kata dokter mereka kepada media pemerintah China.
Dr Yi dan Dr Hu adalah rekan dengan mendiang whistle-blower Dr Li Wenliang, yang dihukum karena 'membunyikan alarm' virus dari Wuhan, China.
Dr Li Wenliang kemudian meninggal karena penyakit Covid-19 tersebut pada 7 Februari 2020.
Kedua petugas medis itu, Dr Yi dan Dr Hu, didiagnosis pada 18 Januari 2020.
• Jadi Korban PHK Diusir Istri Hingga Nekat Mencuri Tabung Gas, Seorang Pria di Bogor Dihajar Massa
• Kim Jong-Un Disebut Lagi Jatuh Sakit, Sang Diktator Punya Kelainan Otak dan Obesitas, Benarkah?
• Sinopsis Film Passengers - Mampukah Jim & Aurora Memperbaiki Kapal dan Kembali?
• Seorang Ayah Panik Lihat Anaknya di Dalam Mesin Cuci, Panggil Tim Damkar, Akhirnya Malah Menggelikan
Mereka dibawa pertama kali ke Rumah Sakit Paru Wuhan dan kemudian dipindahkan dua kali, menurut penyiar CCTV negara China.
Dr Yi, seorang ahli jantung, memukul COVID-19 setelah dokter mengaitkannya dengan mesin pendukung kehidupan yang disebut ECMO selama 39 hari.
ECMO adalah prosedur pendukung kehidupan drastis yang menggantikan fungsi jantung dan paru-paru dengan memompa oksigen ke dalam darah di luar tubuh.
Pengakuan Dr Yi saat Dirawat
Berbicara kepada CCTV dari tempat tidur rumah sakitnya hari ini, Dr Yi mengatakan dirinya telah pulih dari Virus Corona.