Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

21 April - Perjuangan RA Kartini Lewat Surat

Wanita dengan nama lengkap Raden Ajeng Kartini ini lahir tepatnya 21 April 1879 atau tepatnya 141 tahun di Rembang, Jawa Tengah.

Tayang:
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Suci Rahayu PK
Kolase/Tribun Style
RA Kartini 

Akan tetapi, menurut tradisi Jawa, anak perempuan harus tinggal di rumah sejak usia 12 tahun hingga menikah.

Oleh karena itu, ia pun dipingit dan harus tinggal di rumah.

Meskipun tak lagi bersekolah, Kartini tetap memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan. Ia terus belajar, membaca, dan menulis.

Dalam masa itu, Kartini juga mengisi waktunya dengan mengajar membatik abdi-abdi perempuan dan gadis-gadis kecil hingga membuka sekolah kerajinan putri di kabupaten khusus untuk putri bangsawan kota itu.

Sekolah kerajinan ini juga dikelola bersama kedua saudaranya, RA Kardinah dan RA Rukmini, Pada periode tahun 1896 hingga 1903, Kartini menuliskan pemikirannya lewat tulisan yang dimuat oleh majalah perempuan di Belanda yang bernama De Hoandsche Lelie, De Nederlandasche Taal, De Gida, dan Soerabainsche Nieus Handelsblad.

Selain itu, ia juga saling berkirim surat dengan teman-temannya yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Abendanon.

Menurut surat tertanggal 19 Oktober 1903 kepada Abendanon, Kartini menuliskan bahwa ia akan menikah.

Acara pernikahan tersebut berlangsung pada 8 November 1903. Kartini menikah dengan seorang bangsawan Rembang bernama KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada 1903.

Meski telah menikah, Kartini tidak menghentikan perjuangannya untuk membela hak-hak perempuan.

Suaminya juga mengerti akan keinginan Kartini dan memberikan kebebasan padanya.

Dari pernikahannya ini, RA Kartini memiliki anak pertama sekaligus anak terakhirnya yang bernama Soesalit Djojo Adhiningrat pada 13 September 1904.

Namun, empat hari setelah melahirkan, tepatnya pada 17 September 1904, Kartini mengembuskan napas terakhir di usianya yang baru menginjak 25 tahun.

RA Kartini
RA Kartini (wikipedia)

Surat-surat RA Kartini

Melansir Harian Kompas, 1 Januari 2000, perjuangan Kartini banyak diketahui melalui surat-surat yang ditinggalkan olehnya.

Setidaknya ada 106 surat Kartini kepada para sahabatnya.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved