Virus Corona

Presiden Jokowi Minta Data Virus Corona Dibuka Seluas-luasnya, Istana Akui Ada Keterbatasan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini meminta agar pihak terkait secara buka-bukaan membuka data virus corona.

Editor: Duanto AS
Instagram @sekretariat.kabinet
Presiden Jokowi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini meminta agar pihak terkait secara buka-bukaan membuka data virus corona.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Brian Sriprahastuti menjelaskan bahwa sebenarnya Jokowi sudah sering membahas soal keterbukaan data.

Namun, Brian Sriprahastuti mengakui adanya kendala dalam masalah keterbukaan data.

Tenaga Ahli Utama KSP Brian Sriprahastuti, YouTube Kompastv, Senin (23/3/2020).Brian Sriprahastuti menjelaskan bahwa sebenarnya Jokowi sudah sering membahas soal keterbukaan data. (youtube kompastv)
Tenaga Ahli Utama KSP Brian Sriprahastuti, YouTube Kompastv, Senin (23/3/2020).Brian Sriprahastuti menjelaskan bahwa sebenarnya Jokowi sudah sering membahas soal keterbukaan data. (youtube kompastv) ()

"Ya sebetulnya masalah transparansi data dan integrasi data juga itu sudah apa namanya menjadi isu yang setiap saat kita angkat disampaikan Bapak Presiden setiap saat."

"Tetapi memang kita harus akui ada keterbatasan selama sejak ada kasus pertama hingga bulan-bulan ini kan kita masih mengalami kendala," ujar Brian seperti dikutip TribunWow.com dari Kompas TV pada Jumat (17/4/2020).

Bagaimana Cara Salat Tarawih di Arab Saudi Jika Virus Corona Belum Reda? Ini Penjelasan Imam Besar

Ramalan Keuangan Zodiak Sabtu (18/4) - Sagitarius Tetap di Jalur, Libra Lupakan Masa Lalu & Berbenah

Sekuriti Freeport Ternyata Mata-mata OPM, Bos KKB Papua Tandi Kogoya Ditembak Mati TNI-Polri

Namun, kendala yang dimaksud bukan karena kesengajaan.

Melainkan adanya keterbatasan laboratorium tes Virus Corona.

Sehingga, pemerintah harus menunggu lebih lama hasil tes yang didapatkan.

"Nah kendala utama ini sebetulnya bukan masalah transparansi datanya, kendala utama yang kita hadapi adalah masalah bahwa untuk menyampaikan kasus yang ada itu kan harus dikonfirmasi secara laboratorium."

"Dan laboratorium itu saat pada awal itu hanya terbatas ada di beberapa tempat saja," ujar dia.

Akan tetapi kini Indonesia lebih banyak memiliki laboratorium Virus Corona.

Semakin banyak laboratorium Virus Corona semakin banyak pula data yang bisa disampaikan pemerintah.

Tak hanya itu, kini laboratorium Covid-19 tersebut juga sudah tersedia di daerah-daerah.

"Ada di Jakarta dan sekarang perkembangannya kan sudah berubah ada 32 laboratorium yang sudah tersebar di beberapa daerah yang sudah mampu melakukan konfirmasi diagnostik secara positif."

"Jadi diagnostik laboratorium juga sudah bisa dilakukan di daerah," jelas Brian.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved