Dapat Perlakuan Sadis, Dua Pelajar China Ini Didiskriminasi di Australia: Keluar dari Negara Kami

Didiskriminasi Rasial akibat Virus Corona terjadi di Australia. Dua orang pelajar asal China mendapat perlakuan sadis

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Shutterstock
Ilustrasi pemeriksaan darah virus corona 

Dia mengenakan atasan berwarna hitam dan memakai rompi bertudung yang berwarna agak hijau serta rok pendek di atas lutut berwarna putih. Pelaku perempuan kedua memiliki rambut pirang sebahu. Dia mengenakan jaket merah muda.

Di sisi lain, pendidikan internasional adalah industri ekspor layanan terbesar Victoria. Mahasiswa internasional, yang bayarannya sangat diandalkan oleh sektor universitas, menghasilkan pendapatan 11,8 miliar dollar Australia (sekitar Rp 117 triliun) untuk negara pada 2018 dan mendukung hampir 80.000 pekerjaan.

Industri ini akan menghadapi krisis di tahun-tahun mendatang jika pelajar internasional diblokir dari memasuki negara karena pembatasan perbatasan yang bertujuan melindungi Australia dari Covid-19.

SUMBER: Banjarmasin Post

Tak Hanya Pererat Rasa Kekeluargaan Mahasiswa, GMM Jambi juga Perkenalkan Budaya Merangin

Korem 042/Gapu Dapat Bantuan 10 Ribu Masker dari PT NGK, untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved