Positif Corona Jambi Tambah Lagi
Hasil Rapid Test 31 Orang di Sungai Penuh Negatif, Dicurigai Penah Kontak dengan Pasien 07
Dinas Kesehatan Sungai Penuh langsung melakukan rapid test terhadap orang yang pernah kontak dengan Pasien 07, Jumat (17/4).
Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM,SUNGAI PENUH - Setelah Pasien 07 positif Covid-19, Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Dinas Kesehatan Sungai Penuh langsung melakukan rapid test terhadap orang yang pernah kontak dengan Pasien 07, Jumat (17/4).
Gerak cepat Dinas Kesehatan ini, untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 di Sungai Penuh. Hal itu mengingat pasien 07 merupakan anggota jemaah Tablig. Apalagi masih banyak Jemaah Tablig yang tersebar di Kota Sungai Penuh.
Kepala Dinas Kesehatan melalui Sekretaris Dinkes, Azwarman, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, setelah pasien 07 ditetapkan asal Kota Sungai Penuh, pihaknya sudah melakukan rapid test jemaah Tablig dan orang yang pernah kontak dengan pasien.
• SK Kepengurusan DPD I Golkat Sudah Turun, Sempat Tertunda Akibat Pandemi Corona
• Diduga Depresi Karena Tertipu Rp 1,2 Miliar AS Nekat Bunuh Diri
• Rumah Kito Resort Hotel Sedia Paket Menginap Work From Hotel dengan Harga Spesial
"Ya, Kita sudah rapid tes tadi (jumat, red), ini menindak lanjuti setelah Pasien 07 yang dinyatakan positif Covid-19, untuk memutus mata rantainya," jelasnya.
Dia menyebutkan, jumlah orang yang melakukan rapid test, sebanyak 31 orang yang terdiri dari Jemaah Tablig yang ada kontak dengan pasien 07. Selain itu ada tim medis yang mengatar pasien 07 beberapa waktu lalu.
"Hasil langsung keluar, dari hasil rapid test 31 orang itu semuanya dinyatakan negatif. Walaupun rapid test pertama ini hasilnya negatif tapi akan melakukan rapid test kedua selanjutnya setelah 10 hari lagi," sebutnya.
Pihaknya berharap dengan warga untuk dapat mengikuti himbauan dan protokol pemerintah yang ditetapkan.
"Kita imbau warga untuk membantu pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 dengan tetap di rumah. Kalau keluar rumah menggunakan masker dan ranjin mencuci tangan," ajaknya.(*)