Diduga Depresi Karena Tertipu Rp 1,2 Miliar AS Nekat Bunuh Diri
AS (63) warga Payo Selincah, Jambi Timur, Kota Jambi, yang nekat bunuh diri, pertama kali diketahui isteri korban, L.
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- AS (63) warga Payo Selincah, Jambi Timur, Kota Jambi, yang nekat bunuh diri, pertama kali diketahui isteri korban, L.
Dari keterangan pihak Kepolisan Jambi Timur, melalui Kanit Reskrim Polsek Jambi Timur, Iptu Hasim, sebelum ditemukan tewas tergantung, pada pukul 11.00 WIB, anak korban, W melihat ayahnya pergi ke lantai tiga rukonya.
Namun, sekira pukul 12.30 WIB kata Hasim, isteri korban, L mencari korban untuk memberikan makan siang.
"Jadi, isteri korban ini mau memberi makan siang, karena infonya, korban dalam kondisi sakit, namun saat dicari di bawah, korban tidak ditemukan, pergilah isteri korban ke lantai 3, dan pintu dalam kondisi terbuka, ternyata korban sudah ditemukan tergantung di sana," kata Hasim, pada Jumat (17/4) sore.
• Sembuh dari Virus Corona dan Dibolehkan Pulang ke Rumah, 2 Hari Kemudian Pasien Ini Meninggal Dunia
• Prakiraan Cuaca Provinsi Jambi 17-19 April 2020, BMKG Imbau Warga Waspada
• Bawang Jawa Tak Bisa Masuk Jambi Akibat Corona, Harga Bawang Merah Melambung
Lebih lanjut, Hasim menuturkan, korban sendiri sedang mengidap penyakit Polip, setelah sebelumnya, sesuai dengan keterangan pihak keluarga, korban sempat menanam modal di sebuah koperasi, dengan jumlah Rp. 1,250 miliar.
"Jadi dari keterangan pihak keluarga, korban sedang mengidap penyakit polip, dan sebelumnya, korban ada menanam modal dengan jumlah yang besar di sebuah perusahaan koperasi. Namun, sampai saat ini, uang tersebut tidak kunjung kembali, jadi kesimpulan sementara, korban bunuh diri diduga karena stres dan depresi," terang Hasim.
Setelah mengetahui hal tersebut, isteri dan anak korban menelpon tetangganya untuk menghubungi ambulan.
"Jadi, isteri korban langsung menghubungi tetangga untuk memanggil mobil ambulance," kata Hasim.
"Saat ini, korban sudah kita evakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum" tutup Hasim