30 Desa di Sarolangun Cairkan Dana Desa, Total Rp 10,9 Miliar, Desa Sepintun Terima Paling Tinggi

Setidaknya ada 31 desa dari 149 desa yang ada di Kabupaten Sarolangun telah mencairkan dana desa Tahap I sebesar 40 persen.

Tribunnews.com
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Di tengah pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19), pencairan Dana Desa (DD) tahap I dari Pemerintah Pusat saat ini sudah mulai berjalan.

Di Kabupaten Sarolangun sendiri misalnya, sebagian desa sudah melakukan pencairan dana desa dan langsung dikirimkan ke rekening desa.

Setidaknya ada 31 desa dari 149 desa yang ada di Kabupaten Sarolangun telah mencairkan dana desa Tahap I sebesar 40 persen dari total anggaran dana desa masing-masing.

Kabid Kekayaan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Suhaimi, mengatakan besaran dana desa yang sudah dicairkan tersebut sebesar Rp10, 9 miliar lebih dari 31 desa.

1.300 Warga Terdampak Covid-19 di Sarolangun Dapat Bantuan Beras, Pemerintah Siapkan 26 Ribu Ton

Miliki Cadangan 11 Ribu Ton, Bulog Jambi Pastikan Stok Beras Aman hingga Idul Fitri

Samsat Kota Jambi Beri Layanan Drive Thru, Permudah Pembayaran Pajak Saat Pandemi Corona

"Baru 31 desa dari 149 desa yang sudah masuk ke rekening desa, tapi saat ini sedang dalam proses itu ada 75 bahan dari pemerintah desa. 31 desa yang dicairkan lebih kurang Rp 10,9 miliar dari jumlah Rp 27 miliar lebih," katanya.

Pada umumnya, desa yang sudah mencairkan dana desa tersebut katanya mayoritas dari Kecamatan Batang Asai, kemudian dari Kecamatan Mandiangin, Kecamatan Sarolangun, Kecamatan Pauh.

"Rata-rata desa menerima Rp 300 juta lebih," katanya.

Ia juga menyebutkan setiap desa memiliki anggaran dana desa yang berbeda-beda. Untuk desa yang menerima kucuran dana tersebut paling tinggi diterima oleh Desa Sepintun, Kecamatan Pauh yang berjumlah Rp 1.347.700.000, (Rp 1,3 miliar).

Kena demikian, karena desa ini termasuk desa yang jauh dari kota dan terisolir.

"Sedangkan paling kecil itu Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Sarolangun sebesar Rp 737.183.000. Besaran anggaran ini tergantung dengan kategori desa, yakni masuk kategori Desa berkembang, Desa tertinggal dan Desa sangat tertinggal. Jika desa sangat tertinggal maka anggaran dana desa lebih besar, sesuai dengan Peraturan Mentri Keuangan dan Perbup Sarolangun," ujarnya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved