Virus Corona

WHO Sebut Virus Corona Ternyata 10 Kali Lebih Mematikan daripada Flu Babi, Begini Penjelasannya

Wabah Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona, dinyatakan 10 kali lebih mematikan daripada virus flu babi (H1N1)

Editor: Tommy Kurniawan
YONHAP / AFP
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Wabah virus corona kini masih menjadi masalah serius bagi sejumlah negara.

Hingga kini angka kematian akibat virus corona terus bertambah termasuk di Indonesia.

Ternyata virus corona 10 Kali Lebih Mematikan daripada Flu Babi (H1N1), Ini Penjelasan WHO.

Wabah Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona, dinyatakan 10 kali lebih mematikan daripada virus flu babi (H1N1), yang menyebabkan pandemi pada 2009.

“Kami tahu bahwa COVID-19 menyebar dengan cepat, dan kami tahu itu mematikan - 10 kali lebih mematikan daripada pandemi flu 2009.” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam jumpa pers di Jenewa, Swiss, seperti dilansir AFP, Senin (13/4/20).

Update Virus Corona 16 April 2020 Negara di Dunia, Positif 2,082 Juta, Kondisi Amerika yang Parah

Video Detik-detik Ariel NOAH Pakai Baju Bak Tenaga Medis Lengkap dengan Masker, Netizen: Buka Dong!

India Semakin Kacau Akibat Virus Corona, Warga Serang Polisi Pakai Pedang Tolak Lockdown

Kritik Pemerintah Soal Larangan Mudik, Fadli Zon: Pemerintah Tarik Ulur Isu Mudik,Masyarakat Bingung

Jika dibandingkan, per 13 April 2020 wabah virus corona (Covid-19) telah menewaskan 119,595 orang di berbagai belahan dunia.

Padahal, pandemi Covid-19 baru terhitung empat bulan, di mana pandemi ini di mulai pada Desember 2019 dari Kota Wuhan, China.

Sementara flu babi (H1N1), menewaskan 18.500 orang.

Seperti diketahui, flu babi (H1N1) merebak pertama kali di Meksiko dan Amerika Serikat pada Maret 2009.

Virus itu kemudian menyebar ke Afrika dan Asia Tenggara.

WHO lantas menyatakan flu babi sebagai pandemi pada Juni 2009, dan pada Agustus 2010 pandemi itu dinyatakan berakhir.

Namun, menurut lembaga kesehatan Lancet, memperkirakan jumlah korban flu babi (H1N1) antara 151.700 sampai 575.400 orang.

Lebih lanjut, Tedros mengatakan, satu-satunya cara untuk benar-benar menghentikan penyebaran virus adalah vaksin.

"Bukti dari beberapa negara memberi kita gambaran yang lebih jelas tentang virus ini, bagaimana perilakunya, bagaimana menghentikannya dan bagaimana mengobatinya," kata Tedros. 

"Kita tahu bahwa virus dapat menyebar dengan lebih mudah di lingkungan yang penuh sesak seperti rumah jompo," lanjut Tedros.

Tedros menyatakan kasus virus corona (Covid-19) sangat cepat melonjak dan penurunannya lambat. Maka dari itu, dia berharap seluruh negara gencar melakukan deteksi dini, serta melakukan isolasi dan melacak orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien untuk mencegah penyebaran virus.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved