Virus Corona di Jambi
Harga Jual Beras di Tanjab Timur Rendah, 1 Kilogram Hanya Rp 8.300
Hal tersebut dibenarkan Camat Berbak, A Yani, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, menuturkan dampak virus corona yang terjadi saat ini memang sangat...
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Dampak virus corona di Tanjab Timur tidak hanya melumpuhkan sektor industri dan pasar, hasil panen padi masyarakat kecil juga ikut berimbas.
Saat ini para petani di Kabupaten Tanjabtim hanya mengandalkan gudang padi sebagai tempat penjualan hasil panen mereka, mengingat langganan pemasaran mereka saat banyak tutup akibat terdampak virus corona.
Hal tersebut dibenarkan Camat Berbak, A Yani, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, menuturkan dampak virus corona yang terjadi saat ini memang sangat terasa terutama bagi masyarakat.
• Dampak Virus Corona, Petani Padi di Tanjab Timur Kesulitan Memasarkan Beras
• Launching Proyek PL Disperkim Tanjabbar Dipertanyakan, DPRD Minta Pemkab Tinjau Ulang
• VIDEO Dua Pelaku Curas Diamankan Polres Bungo, Hasilnya untuk Senang-senang dan Beli Sabu
"Selain mereka kesulitan dalam penjualan mereka juga dihadapkan dengan rendahnya nilai jual beras di gudang," ujarnya, Kamis (16/4/2020).
"Saat ini perkilo beras di gudang hanya dihargai Rp 8.300, berbeda dengan harga sebelumnya yang mencapai Rp 9.000an lebih," tambahnya.
Lebih lanjut dikatakannya pula, sejak mewabah ya Covid-19 ini memang penjualan petani untuk luar daerah seperti Jambi dan daerah pulau lainnya tidak bisa lagi dilakukan. Mau tidak mau mereka hanya menyetok ke gudang beras.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahan Pangan Tanjabtim M Idris saat dikonfirmasi mengatakan, untuk beras memang saat ini melimpah pasalnya dari petani di Kecamatan Nipah Panjang dan Berbak mereka sudah melakukan panen.
"Setidaknya untuk pasokan beras dua bulan kedepan masih aman terlebih jelang puasa nanti, yang kita masih cari solusinya saat ini bagaimana membantu petani dalam penjualan beras mereka," pungkasnya. (Abdullah Usman)