Virus Corona

China Dituding Sembunyikan Informasi Penting tentang Corona oleh Mantan Kepala Intelijen Inggris

China dituding menyembunyikan informasi penting tentang wabah virus corona baru dari seluruh dunia.

Editor: Deni Satria Budi
Tangkapan Layar South China Morning Post
Ilustrasi. Virus corona terbaru yang berasal dari Kota Wuhan, China, baru-baru ini sedang menghebohkan beberapa negara di Asia. 

TRIBUNJAMBI.COM - China dituding menyembunyikan informasi penting tentang wabah virus corona baru dari seluruh dunia. Tudingan ini disampaikan oleh mantan Kepala MI6, badan intelijen Inggris. Karenanya China harus bertanggungjawab.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (14/4/2020) menyatakan akan menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena telah mempromosikan "disinformasi" China tentang virus corona.

John Sawers, Kepala Secret Intelligence Service Inggris atau MI6 2009 hingga 2014, Rabu (15/4/2020), menyatakan, akan lebih baik meminta pertanggungjawaban China dibanding WHO.

Apakah Itu Carrimycin? Obat Covid-19 Terbaru Dikabarkan sedang Dikembangkan di China

Jadi Pasien Corona, Suami Isteri di Italia Ini Rayakan 50 Tahun Pernikahan Mereka di Ruang Perawatan

"Ada kemarahan yang mendalam di Amerika atas apa yang mereka lihat telah ditimpakan kepada kita semua oleh China, dan China menghindari banyak tanggungjawab atas asal mula virus, karena gagal mengatasinya pada awalnya," kata Sawers, kepada BBC seperti dikutip Reuters.

"Intelijen adalah tentang memperoleh informasi yang telah disembunyikan dari Anda oleh negara-negara lain dan aktor-aktor lain. Ada periode singkat di Desember dan Januari ketika orang-orang China memang menyembunyikan (wabah) ini dari Barat," paparnya.

Donald Trump juga mengatakan akan menghentikan pendanaan untuk WHO, karena dianggap telah "gagal dalam tugas dasarnya dan harus bertanggungjawab".

Benarkah Golongan Darah A Rentan COVID-19, Sementara O Resikonya Rendah? Ini Kata Ahli Respirologi

Masyarakat India Berubah Jadi Bar-bar di Tengah Pandemi COVID-19, Sampai Serang Polisi Pakai Pedang

Menurut Donald Trump, WHO telah memberikan "disinformasi" tentang virus corona di China yang kemungkinan mengarah pada penyebaran yang lebih luas dari yang seharusnya terjadi.

China pun mendesak Amerika Serikat untuk memenuhi kewajibannya kepada WHO, setelah Donald Trump menghentikan pendanaan untuk lembaga di bawah PBB itu.

Apakah China akan turun tangan untuk mengisi kekurangan itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian tidak menjawab.

"China sedang mencari masalah yang relevan sesuai dengan kebutuhan situasi," katanya seperti dilansir Reuters.

Amerika Serikat adalah donor terbesar untuk WHO, dengan menyumbang lebih dari US$ 400 juta pada 2019, sekitar 15% dari total anggaran lembaga yang berbasis di Jenewa, Swiss tersebut.

Zhao dalam konferensi pers Rabu (15/4) mengatakan, pandemi virus corona yang telah menginfeksi hampir dua juta orang secara global berada pada tahap kritis, dan keputusan Donald Trump tersebut akan memengaruhi semua negara di dunia.

Artikel ini telah tayang dengan judul https://internasional.kontan.co.id/news/mantan-kepala-mi6-china-sembunyikan-informasi-penting-tentang-corona?page=all

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved