Virus Corona di Jambi
Tambah 2 Kasus, Total Pasien Positif Virus Corona di Provinsi Jambi Kini Jadi 4 Orang
Tambah 2 Kasus, Total Pasien Positif Virus Corona di Provinsi Jambi Kini Jadi 4 Orang
Penulis: Zulkipli | Editor: Andreas Eko Prasetyo
China dikabarkan mengembangkan obat untuk memerangi pandemi virus corona.
Pada Februari 2020 Rumah Sakit Yuan Beijing memulai penelitian untuk kemanjuran dan keamanan obat Carrimycin.
Obat ini akan diteliti lebih lanjut dalam pengobatan infeksi virus corona jenis baru.
• Tayang Perdana Film Overdrive - Kakak Beradik Pencuri Mobil Mewah, Aksi Kebut-kebutan di Jalan Raya
• Daftar Kelebihan Huawei P40 Pro yang Dijual Mulai Rp 17,9 Jutaan, Bandingkan Keistimewaannya
Dikutip dari Kompas.com, obat ini secara khusus dikembangkan untuk saluran pernapasan atas.
Carrimycin diketahui telah terdaftar di Administrasi Produk Medis Nasional China.
Antibiotik baru itu dikembangkan oleh Institute Medicinal Biotehnology (Akademi Ilmu Pengetahuan Medis China) dan Shenyang Tonglian Group Co Lts.
Obat Carrimycin ini dinamai ‘Bite’.
"China memiliki hak kekayaan intelektual eksklusif dan teknologi utama dari obat ini," tulis laman Akademi Ilmu Pengetahuan Medis China.
Lalu apakah yang disebut dengan Carrimycin ini?
Pengobatan Carrimysin ini bermula pada 2003.
Tepatnya ketika Institute Medicinal Biotehnology dan Shenyang Tonglian Group Co Lts memprakarsai kolaborasi untuk mengembangkan perawatan ini.
Dalam rentan waktu tersebut, mereka mematenkannya di 12 negara.
Termasuk Amerika, Kanada, Uni Eropa, dan lain-lain.
• Bagaimana Akhir Cerita Doraemon? Apa yang Terjadi dengan Nobita, Shizuka, Suneo dan Gian
• VIDEO Viral, Pengendara Motor Ini Malah Ketawa Setelah Tendang Anak Bersepeda hingga Masuk Selokan
Carrimycin memiliki aktivitas antibakteri yang kuat serta penghambat mikroplasma dan klamidia tanpa menunjukan resistensi.
Obat ini juga aktif melawan beberapa bakteri gram negatif (seperti clostridium difficile dan bacillus influenzae) dan jamur candida albicans.