Rabu, 13 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Virus Corona

VIDEO 100 Dokter di Italia Meninggal Akibat Terinfeksi Covid-19

Setidaknya 100 dokter Italia meninggal dunia karena tertular Covid-19. Angka ini terhitung sejak pandemi corona mulai memasuki Italia pada Februari.

Tayang:
Editor: Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, ITALIA - Setidaknya 100 dokter Italia meninggal dunia karena tertular Covid-19.

Angka ini terhitung sejak pandemi corona mulai memasuki Italia pada Februari lalu.

Asosiasi Kesehatan Italia FNOMCeO mengonfirmasi hal ini pada Kamis (9/4/2020) lalu.

"Jumlah dokter yang meninggal karena Covid-19 adalah 100, mungkin bahkan 101 saat ini, sayangnya," kata juru bicara asosiasi, mengutip Al Jazeera.

Nahasnya pensiunan dokter termasuk dalam 100 total korban wabah asal China ini.

Sebelumnya, sekitar satu bulan yang lalu pemerintah Italia memanggil kembali para pensiunan dokter untuk membantu memerangi virus corona ini.

Pastikan Covid-19, Satu PDP di Tanjab Barat Tunggu Hasil Uji Swab

15.600 Warga Miskin di Sarolangun Akan Dapat Jatah Beras Tiga Bulan, Minggu Depan Mulai Disalurkan

VIDEO Cuti Bersama Idul Fitri Digeser, Berikut Daftar Cuti Bersama Terbaru Tahun 2020

Sejumlah media Italia memprediksi bahwa ada 30 perawat dan asisten perawat yang juga meregang nyawa akibat pandemi.

"Kami tidak bisa lagi membiarkan para dokter, staf medis, dikirim untuk memerangi wabah corona tanpa perlindungan yang layak," kata presiden FNOMCeO, Filippo Anelli pada situs asosiasi itu.

"Ini pertarungan yang tidak adil," sambungnya.

Lembaga kesehatan masyarakat ISS Roma memperkirakan bahwa 10 persen orang Italia yang terinfeksi Covid-19 adalah staf medis.

Kekhawatiran Adanya Fase Dua Wabah di Italia

Hampir sebulan sejak penguncian nasional diterapkan, kini pemerintah Italia mengkhawatirkan adanya fase dua wabah di negara ini.

Bila benar terjadi, fase dua ini memungkinkan warga masyarakat Italia harus berdamai dengan virus dan hidup berdampingan dengannya.

Italia memiliki situasi yang tidak seberuntung negara Eropa lainnya.

Lantaran negara ini harus menanggung sebaran wabah dua hingga tiga minggu lebih cepat daripada negara tetangga.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved