Semakin Panas, Tak Ada Permohonan Maaf dari Said Didu, Luhut Binsar Panjaitan Pakai Jalur Hukum

Pasalnya, menurut Jodi Mahardi tak ada kata permintaan maaf dalam surat klarifikasi Said Didu.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Kolase
Luhut Binsar Pandjaitan dan Said Didu 

Semakin Panas, Tak Ada Permohonan Maaf dari Said Didu, Luhut Binsar Panjaitan Pakai Jalur Hukum

TRIBUNJAMBI.COM - Luhut Binsar Pandjaitan tetap akan melanjutkan tuntutannya pada Said Didu ke jalur hukum.

Hal ini diungkapkan juru bicara Luhut, Jodi Mahardi. 

Pasalnya, menurut Jodi Mahardi tak ada kata permintaan maaf dalam surat klarifikasi Said Didu.

Jodi mengungkapkan Luhut sudah membaca surat klarifikasi Said Didu, dan tetap memutuskan melanjutkan ke jalur hukum.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Pelaksana Tugas sementara Menteri Perhubungan, Luhut Binsar Pandjaitan, akan meneruskan tuntutannya kepada mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu.

Mendadak Ria Ricis Keluar dari Grup WA Keluarga, Sang Kakak Langsung Bereaksi Begini, Ternyata

VIDEO China Loggarkan Kebijakan Lockdown, Puluhan Ribu Orang Padati Gunung Huangshan

"Pak Luhut sudah baca. Tidak ada komentar apa-apa. Saya tanyakan apakah dilanjutin proses hukumnya, jawabnya iya," kata juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, kepada Kompas.com, Rabu (8/4/2020).

Mengenai konteks surat klarifikasi yang dilayangkan Said Didu pada Selasa (7/4/2020), menurut Jodi, pihaknya masih mengevaluasi seluruh rangkaian kalimat di dalam surat tersebut.

Namun, dari penilaiannya, tidak ada kalimat pernyataan maaf yang jelas dituliskan oleh Said Didu.

"Mungkin memang kita 'rada-rada dungu' kalau pinjam istilah Pak Said Didu. Enggak paham suratnya itu apakah minta maaf atau apa," ujarnya.

Bahkan, lanjut Jodi, di dalam surat klarifikasi itu juga tak menjelaskan tudingannya kepada Luhut terkait Ibu Kota Negara ( IKN ).

"Klarifikasi terhadap tuduhannya tentang ibu kota yang tidak benar itu juga tidak kan," katanya.

Jodi menilai pimpinannya tersebut bukanlah tipe antikritik seperti yang selama ini disematkan kepada Luhut.

"Pak Luhut kalau dibilang antikritik atau otoriter tidak benarlah. Orang dikasih kesempatan minta maaf kok," ujarnya.

Asal mula tuntutan ini terjadi dari kanal YouTube Muhammad Said Didu yang diwawancarai Hersubeno Arief berdurasi 22 menit, beberapa waktu lalu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved