Abu Bakar Baasyir Minta Presiden Jokowi Bebaskan Dirinya Ditengah Virus Corona, Sempat Kirim Surat

Baru-baru ini Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir mengajukan surat permohonan asimilasi pada Presiden Jokowi supaya bisa keluar dari penjara

kolase
Abu Bakar Baasyir dan Joko Widodo 

TRIBUNJAMBI.COM - Kini Pemerintah mulai mebebaskan sejumlah tahanan ditengah wabah virus corona.

Langkah pemerintah nelepaskan sejumlah tahanan melalui program asimilasi untuk mencegah penyearan virus corona.

Baru-baru ini Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir mengajukan surat permohonan asimilasi pada Presiden Jokowi supaya bisa keluar dari penjara untuk mencegah penularan Virus Corona.

Menurut Anak Abu Bakar Baasyir, Abdul Rahim, permohonan itu sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Presiden Jokowi) melalui surat pada Jumat (3/4/2020).

Stok APD Semaki Langka, Tenaga Medis di Jawa Tengah Malah Rela Pakai Jas Hujan Tangan Virus Corona

Ternyata Begini Cara Korea Selatan Bebas dari Masalah Kelangkaan Masker di Tengah Wabah Corona

Kenapa Ahli Epidemiologi Yakin Korban Virus Corona Sebenarnya Lebih Tinggi dari Data, Ini Alasannya

Ternyata 70 Persen Kasus Infeksi Corona di Indonesia dari Orang Tanpa Gejala, Patuhi Hal Ini Segera!

"Dengan situasi seperti sekarang ini kita ingin mengambil kesempatan itu untuk bisa kita gunakan, supaya beliau bisa diberikan hak asimilasinya," kata Rahim kepada wartawan, Senin (6/4/2020).

Rahim mengatakan, ayahnya berhak menerima asimilasi karena sudah berusia lebih dari 60 tahun dan telah menjalani 2/3 masa pidananya.

Rahim berharap, pemerintah dapat mengabulkan permohonan Baasyir dengan alasan kemanusiaan karena Ba'asyir sudah berusia 81 tahun dan masih harus tinggal di LP Gunung Sindur.

Pihak keluarga juga mengkhawatirkan kondisi kesehatan Ba'asyir karena layanan kesehatan di penjara dinilai tidak memenuhi standar dan membuat Ba'asyir rentan tertular Covid-19.

"Kita minta pada pemerintah untuk memiliki kebijaksanan dan melihat sisi kemanusiannya pada beliau bisa mendapat perlindungan lebih baik dan bisa berkumpul dengan keluarga," kata Rahim.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia akan mengeluarkan dan membebaskan sekira 30.000 narapidana dan anak-anak dari tahanan dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona atau penyakit Covid-19.

Halaman
123
Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved