Pria di Langkat Tewas Diterkam Harimau, 50 Warga Lakukan Pencarian, Korban Ditemukan Mengenaskan

Konflik antara manusia dan satwa harimau masih kerap terjadi di sumatera hingga kerapada korban jiwa

Editor: Heri Prihartono
ISTIMEWA
Harimau Sumatera yang ditangkap, Selasa (21/2/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, LANGKAT - Konflik antara manusia dan satwa Harimau masih kerap terjadi di sumatera diantaranya berujung munculnya korban jiwa.

Terbaru sorang warga Langkat, Sumatera Utara, menjadi korban keganasan Harimau.

Peristiwa korban diterkam Harimau terjadi di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Korban bernama Ramelan (42) warga Dusun Pir lok I Desa Harapan Makmur Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Sei Bamban Kawasan TNGL Besitang, pada Sabtu (4/4/2020) malam.

Di sejumlah bagian tubuhnya terlihat bekas cabikan kuku harimau.

Leher, isi perut hingga alat kelaminnya sudah tidak utuh lagi saat ditemukan oleh rekan-rekannya.

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir Mustafa, mengatakan, awalnya istri Ramelan merasa cemas lantaran suaminya tidak pulang ke rumah seperti biasanya sebelum magrib sekitar pukul 19.00 WIB.

Kecemasan istri Ramelan memuncak ketika nomor handphone suami tidak menjawab ketika dihubungi.

"Istri korban sempat menghubungi telpon seluler, namun tidak diangkat. Lalu istri korban menghubungi tetangga atas nama Supri dan kawan-kawan menanyakan keberadaan suaminya," kata AKP Teuku Fathir Mustafa, Minggu (5/4/2020).

Semakin khawatir, istri korban sekitar pukul 20.00 WIB bersama 10 orang rekan korban melakukan pencarian dengan menyisir seputaran ladang korban di kawasan TNGL Pir ADB.

Penjaga ladang, Cokro juga mengaku tidak ada melihat Ramelan.

"Tak berselang lama, mereka menemukan sepeda motor Jupiter Z dan barang-barang korban lainnya. Ada bekas seretan di tanah, diduga korban ditarik oleh harimau. Warga terus melakukan pencarian," kata Kasat Reskrim.

Kecurigaan warga terjawab. Sekitar 10 meter dari tempat barang korban ditemukan, terlihat seekor harimau.

Warga yang hanya bermodal alat seadanya, tak berani mendekat.

Mereka pun meminta bantuan warga lainnya

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved