Virus Corona

Erick Thohir Sebut Ekonomi Indonesia Terdampak Corona, Nilai Tukar Rupiah Bisa Rp 20 Ribu per Dolar

Erick Thohir Sebut Ekonomi Indonesia Terdampak Corona, Nilai Tukar Rupiah Bisa Rp 20 Ribu per Dolar

KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA
Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Jumat (13/12/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM - Dampak pandemi virus corona di Indonesia ternyata memukul banyak sektor. Paling terasa ialah sektor perekonomian negera.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, kondisi perekonomian Indonesia sangat terdampak dengan adanya wabah virus corona.

Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuanga, Erick menyebutkan adanya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun.

Namun, setelah adanya wabah corona, pertumbuhan ekonomi dalam negeri dibagi menjadi dua skenario.

Skenario pertama, yakni dengan kategori berat, pertumbuhan ekonomi Indonesia turun sampai 2,3 persen.

Kemudian, skenario kedua, yaitu sangat berat, pertumbuhan ekonomi dalam negeri bisa menjadi minus.

Sosok Amalia Rizky Mentari, Milenial yang Menekuni Gymnastic Sejak TK

Heboh, Dua Ekor Harimau Berkeliaran di Perkebunan Warga di Kerinci

“Menurut data Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan APBN 2020 target pertumbuhan ekonomi awalnya 5,3 persen, namun skenario berat saat ini pertumbuhan diprediksi 2,3 persen.

Bahkan, akan turun, akan jauh, sangat berat 0,4 persen minus,” ujar Erick dalam rapat virtual dengan Komisi VI DPR RI, Jumat (3/4/2020), dikutip dari Kompas.com.

Menteri BUMN Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (9/1/2020).(Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMA) (Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMA)

Selain pertumbuhan ekonomi, lanjut Erick, nilai tukar rupiah juga bisa tergerus karena efek corona.

Bahkan, dalam skenario sangat berat, nilai tukar rupiah bisa mencapai Rp 20.000.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved