Ibu Rumah Tangga Ini Divonis Dua Tahun Penjara Gara-gara Tak Kembalikan Mobil Rental

Wita Mulia, terdakwa kasus penipuan dan penggelapan di vonis bersalah majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi.

Tribunjambi/Dedy Nurdin
Wita Mulia, terdakwa kasus penipuan dan penggelapan di vonis bersalah majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Wita Mulia, terdakwa kasus penipuan dan penggelapan di vonis bersalah majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi dalam persidangan yang digelar secara daring pada Kamis (2/4/2020) kemarin.

Pada persidangan itu, majeleis hakim yang diketuai Victor Togi R membacakan langsung vonis melalui sambungan video conference.

Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana sebagai mana dalam dakwaan jaksa Kejari Jambi yakni pasal 378 KUHP atau kedua pasal 372 KUHP.

"Menjatuhi pidana oleh karena itu dengan pidana penjara selama dua tahun," sebut Ketua Majelis hakim Victor Togi membacakan amar putusan.

22 Santri Ponpes Lirboyo Asal Bungo Dipulangkan Akibat Covid-19

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Jambi Berlakukan Jam Malam, Pedagang Diminta Tutup Jam 21.00 WIB

Lagi Wabah Corona, Kemenag Jambi Sementara Tak Layani Proses Akad Nikah 

Dalam pertimbangannya menjatuhkan vonis, majelis hakim berpendapat bahwa perbuatan terdakwa telah merugikan orang lain.

Hal yang memberakan lainnya adalah terdakwa sudah pernah dihukum. Namun vonis yang di jatuhkan majelis hakim ini lebih rendah dari yang dituntut jaksa yakni 3,6 tahun.

Selama persidangan terdakwa didampingi tiga orang penasehat hukumnya yakni Ana SH, Diana SH dan Tulus SH.

Untuk diketahui, terdakwa Wita divonis bersalah dalam kasus penipuan dan penggelapan dengan modus rental mobil.

Terdakwa merental mobil dan hingga sampai batas akhir waktu rental, mobil tak kunjung dikembalikan. Atas perbuatannya terdakwa kemudian di laporkan ke kepolisian.

Terdakwa juga saat ini menjalani proses persidangan terkait sejumlah kasus penipuan lainnya. 

Wita tersangkut kasus penjualan rumah pada 2015 lalu. Dimana terdakwa membujuk korban RD Hamzah yang tinggal tak jauh dari rumahnya untuk meminjamkan sertifikat rumah kepada terdakwa dengan alasan ada pihak yang akan membeli rumah tersebut seharga satu miliar.

Terdakwa sambil membawa sertifikat tersebut kemudian menjualnya kepada korban yakni RD Edi Irianto seharga 350 juta.

Namun setelah uang diterima, rumah yang dijual terdakwa tak kunjung dikosongkan oleh pemilik rumah. Sementara pemilik rumah merasa tertipu karena telah menyerahkan sertifikat kepada terdakwa. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved