Dampak Corona di Jambi
Tambah Dana Penanganan Corona, Pemprov Jambi Bisa Batalkan Kegiatan Tak Prioritas
Pemerintah Provinsi Jambi telah menggarkan Rp 11 miliar untuk penanganan virus Covid-19 di Provinsi Jambi.
Penulis: Zulkipli | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi telah menggarkan Rp 11 miliar untuk penanganan virus Covid-19 di Provinsi Jambi. Namun anggaran tersebut bisa saja mengalami penambahan jika anggaran tersebut tidak mencukupi.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Doni Iskandar saat dihubungi Tribunjambi.com, Kamis (2/4/2020).
Kata Dony, penambahan anggaran penaganan Corona tersebut bisa saja ditambah dan bisa juga tidak melihat perkembangan dan situasinya ke depan. "Biso iyo biso idak, alokasi bisa dilakukan, tidak ada hambatan untuk itu," kata Doni.
• 150 Santri Lirboyo Asal Tanjab Barat Akan Dipulangkan, Pemkab Tanjab Barat Siapkan Rapid Test
• Putus Penyebaran Covid-19, Universitas Jambi Akan Produksi 1.500 Botol Hand Sanitizer
• VIDEO Wakil Bupati Muarojambi Kunjungi Posko Covid-19 di Wilayah Perbatasan Jambi-Palembang
Namun sejauh ini, Doni belum bisa menyampaikan anggaran mana saja yang akan digeser, dan berapa jumlahnya.
"Nanti lah dibicarakan, yang pasti kalau situasinya darurat begini, apapun bisa kita tarik, kalau perlu membatalkan kegiatan-kegiatan prioritasnya yang ada di bawah," kata Doni.
Ditanya apakah, anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan Provinsi Jambi juga terserap untuk penanganan Corona. Dony mengiyakan, karena anggaranya ada di BPBD.
Namun Doni, menyebut untuk penanganan Karhutla anggaranya tetap aman, sebab Karhutla merupakan isu nasional, jadi anggarannya ada di BNPB. Pemprov hanya mensuport.
"Kalau untuk kebencanaan itu kita prioritas, malah anggaranya kito tarok lagi anggarannya di dana tidak terduga, jadi standby duitnya, karena bencana siapa tahu," pungkasnya.