Virus Corona

20 Persen Alami Gejala Parah, Dokter Tirta Prediksi Rumah Sakit akan Membludak Pasien Virus Corona

Menurut dokter Tirta Social Distancing maupun Physycal Distancing kurang efektif untuk mencegah penyebaran virus corona.

Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUNNEWS
Tim medis memberikan kode kepada salah satu pasien virus corona 

TRIBUNJAMBI.COM - 20 Persen Alami Gejala Parah, Dokter Tirta Prediksi Rumah Sakit akan Membludak Pasien virus corona

Wabah virus corona ( covid-19 ) di Indonesia kini terus bertambah pesat.

Influencer Kesehatan, dokter Tirta Mandira Hudi menyarankan pemerintah melakukan karantina wilayah.

Menurut dokter Tirta Social Distancing maupun Physycal Distancing kurang efektif untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dokter Tirta memprediksi bahwa pasien Covid-19 di rumah sakit akan membludak.

Ini yang Akan Dirasakan oleh Tubuh Jika Rutin Makan Pisang di Malam Hari, Penasaran?

Ahli Virus di China Yakin Bulan Juni Covid-19 Akan Musnah, Syaratnya Negara-negara Ikuti Saran WHO

Cegah Wabah Meluas, Tim Gugus Tugas Covid-19 Matangkan Kegiatan Sosialisasi dan Pencegahan

Terkuak Kapan Penyebaran Covid-19 Segera Berakhir, Ilmuwan Peraih Nobel Ini Ungkap Prediksi Waktunya

Bahkan Dokter Tirta mengatakan karantina wilayah merupakan saran dari para dokter paru sekaligus Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Kalau secara teoritikal belum kalau saya berkata sih temen-temen saya sih yang berada di garda terdepan, beberapa juga dokter spesialis paru dan beberapa anggota IDI sebenarnya itu idealnya menyarankan kita memakai kata karantina, totally karantina, ya kita diam di rumah masing-masing."

"Sebenarnya mungkin kita kesampingkan dulu gagasan ekonomi, jadi dalam sisi artian medical tujuan karantina itu adalah memperlambat jalur rate infection," jelas dokter Tirta.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya apa yang tengah dihadapi tenaga medis ini adalah pengidap virus corona tanpa gejala.

"Jadi dalam Corona ini saya mengutip dari kata-kata temen-temen dokter spesialis paru yang sebenarnya dan penyakit dalam diasosiasi pengendali infeksi sebenarnya kurvanya infeksi itu kan, curvanya itu bentuknya kayak gunung."

"Apa yang dialami temen-temen kita tenaga medis garda terdepan di IGD itu adalah orang yang emang kelihatan gejalanya tapi yang tidak kelihatan gejalanya itu banyak," ujarnya.

Menurut Dokter Spesialis Paru, dr Erlina Burhan bahwa 80 persen pasien positif virus corona gejalanya tidak terlihat.

"Nah Covid-19 itu problemnya selain fatality rate karena di Indonesia tinggi yang meninggal tapi yang parah 20 persen. Ini kata-kata dari dr. Erlina spesialis paru."

"Intinya dari semua yang positif, itu 80 persen rata-rata gejalanya sedang dan ringan, 20 persen itu yang parah," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved