Sebaran Virus Corona di Provinsi Jambi 27 Maret 2020, Kota Jambi dan Sarolangun ODP Terbanyak
Bila dalam persentase, jumlah ini naik hampir 400 persen dari hari sebelumnya Kamis 26 Maret 2020, yang menunjukkan jumlah 178 ODP dan 14 PDP
Bila dalam persentase, jumlah ini naik hampir 400 persen dari hari sebelumnya Kamis 26 Maret 2020, yang menunjukkan jumlah 178 ODP dan 14 PDP
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berikut ini update sebaran virus corona di Jambi.
Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Provinsi Jambi hari ini mencapai 783 orang.
Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 21 orang.
Jumlah orang ositif corona satu orang.
Data terbaru ini bersumber dari Tim Penanganan Virus Corona Provinsi Jambi merilis sebaran kasus virus corona (Covid-19) di Provinsi Jambi, per Kamis (26/3/2020) pukul 17.00 WIB.
Jumlah ini naik hampir 400 persen dari hari sebelumnya Kamis 26 Maret 2020, yang menunjukkan jumlah 178 ODP dan 14 PDP
• Ramalan Zodiak 27 Maret 2020, Jika Anda Lajang dan Mencari Cinta Sebenarnya
• Curhatan Mengejutkan dari Perawat Pasien Corona yang Tak Nyaman Gunakan APD: Seperti Mandi Sauna
• Pelaku Pencuri Masker di Rumah Sakit Bisa untung Rp 56 Juta, Ternyata Seorang ASN, Pengakuannya
• Nasib Pengantin di Tanjabbar yang Batal Resepsi Siang Ini, Icha Sang Mempelai Wanita Tersenyum
Berikut ini sebarannya:
Di Kota Jambi 258 ODP dan 11 PDP.
Di Kabupaten Sarolangun 242 ODP dan 0 PDP
Di Kabupaten Tebo 92 OPD dan 1 PDP.
Di Muaro Jambi 86 ODP dan 2 PDP.
Di Kabupaten Batanghari 52 ODP dan 0 PDP.
Di Kabupaten Bungo 18 OPD dan 1 PDP.
Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur 6 ODP dan 1 PDP.
Di Kota Sungai Penuh 5 ODP dan 0 PDP.
Di Kabupaten Tanjab Barat 3 ODP dan 2 PDP.
Johansyah menambahkan saat ini masih ada 11 pasien yang dalam proses uji lab.
"Yang mana sebelumnya sudah ada 9 hasil uji lab keluar dan dinyatakan negatif corona," ujarnya. (Zulkifli)
• DPRD Kota Sungai Penuh Batalkan Semua Kegiatan Akibat Covid-19
• BREAKING NEWS 1 Dokter dan 4 Perawat di RSUD Raden Mattaher Jambi Jadi ODP Virus Corona
• Kurangi Penyebaran Covid-19, Sidang Kasus Pidana di Jambi Akan Digelar Online
• Jadi Sarang Kuman, Bagaimana Cara Membersihkan HP agar Terhindar dari Virus Corona?
• Video 59 Detik Oknum Perwira Polisi di Sumatera Barat Aniaya Bawahan, Begini Nasibnya Sekarang
• Curhatan Mengejutkan dari Perawat Pasien Corona yang Tak Nyaman Gunakan APD: Seperti Mandi Sauna
• Depresi Hebat Via Vallen hingga Menangis Diungkapnya, Melaney Ricardo: Netizen Kadang Seenaknya!
Prediksi di Jakarta
Kemungkinan Bisa Positif 8.000 Jiwa, Pemprov DKI Pasang Skenario Terburuk Antisipasi virus corona.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengantisipasi peningkatan pasien positif virus corona dengan mempersiapkan skenario terburuk.
Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono menjelaskan bahwa Wisma Atlet Kemayoran Jakarta kini telah diubah menjadi Rumah Sakit Darurat virus corona.
Hal itu bertujuan agar pemerintah dapat mengatasi apabila penyebaran Covid-19 semakin merebak dan sulit untuk diatasi.
Dilansir KompasTV, Kamis (26/3/2020), dalam sebuah konferensi pers, Eko menyatakan bahwa pemerintah telah bersiap dengan skenario terburuk.
• Bukan Dihormati, Cerita Dokter dan Perawat Diusir dari Kos, Dianggap Tetangga Jadi Pembawa Virus
• Langung Hajar Netizen dengan Kalimat Menohok, Ayu Ting-ting Mendadak Naik Darah karena 2 Kata Ini
• 10 Persen Pasien Corona yang Sembuh di Wuhan, Kembali ke RS Karena Positif Lagi
• MIRIS, Keadaan Makin Buruk. Pasien di Atas 60 Tahun Tak Lagi Ditolong
"Pemerintah sudah mengantisipasi apabila penyebaran Covid-19 ini tidak bisa kita bendung, maka pasti akan banyak yang terpapar oleh virus ini," kata Eko.
Ia menjelaskan bila penambahan pasien positif tidak terbendung, rumah sakit yang ada tidak akan sanggup menangani lonjakan tersebut.
"Sementara apabila kita mengandalkan rumah sakit-rumah sakit yang ada jelas tidak akan mungkin," terangnya.
Dari hasil simulasi dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) DKI Jakarta, didapatlah skenario terburuk kasus positif virus corona bisa mencapai 8.000 orang.
"Dari hasil simulasi Forkompinda DKI, karena daerah yang paling terbanyak terkena virus ini, skenario terburuk bisa mencapai 6.000 sampai 8.000 orang positif," ujar Eko.
Melalui hasil simulasi yang didapat tersebut, pemerintah kemudian menentukan langkah dan mengubah Wisma Atlet Kemayoran menjadi Rumah Sakit Darurat Corona.
"Oleh karena itu untuk mengantisipasi itu pemerintah bertindak cepat, mengubah yang selama ini wisma atlet menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19," pungkasnya.
Diketahui, saat ini terdapat 215 pasien yang dirawat di Sakit Darurat Corona tersebut.
Apabila diidentifikasikan menurut jenis kelamin, terdapat 124 laki-laki dan 91 orang sisanya perempuan.
Pasien positif terinfeksi virus corona yang dirawat di sana berjumlah 14 orang.
Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 157 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 44 orang.
Sementara itu, kasus virus corona di Indonesia per hari Kamis (26/3/2020), telah mengalami penambahan.
Dikutip dari Kompas.com, Juru Bicara Presiden terkait Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, menyampaikan jumlah terkini kasus pasien positif virus corona.
"Kita lihat ada penambahan kasus konfirmasi positif kurang lebih sebanyak 103 orang, sehingga jumlah totalnya menjadi 893," kata Yurianto.
Ia menyebutkan persebaran kasus positif paling banyak ditemukan di wilayah Jakarta.
"Kalau kita lihat sebarannya memang masih didominasi dengan kasus yang kita temukan banyak di DKI," ujar Yurianto.
"Sementara kita lihat di Sulawesi Selatan terjadi penambahan kasus yang cukup banyak, 14 orang," sambungnya.
Kemudian Yurianto mengungkapkan jumlah kasus pasien yang sembuh telah bertambah lagi menjadi 4 orang.
"Kemudian secara akumulasi juga, hari ini sudah ada 4 lagi penambahan kasus yang sembuh, oleh karena itu kasus yang sembuh menjadi 35 orang," terang Yurianto.
Terakhir, ia menyatakan jumlah pasien yang meninggal bertambah sebanyak 20 orang menjadi total 78 orang.
"Kemudian kasus kematian ada penambahan sebanyak 20 kasus, sehingga totalnya ada 78 orang," pungkasnya.
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama: