Mata Najwa
Curhatan Mengejutkan dari Perawat Pasien Corona yang Tak Nyaman Gunakan APD: Seperti Mandi Sauna
"Kami secara manusiawi jelas sangat terpengaruh dengan kondisi seperti ini, jadi kami juga merasakan kegelisahan yang sama," ujar Muji.
"Jadi kami tetap memakainya walaupun seperti mandi sauna, demi keamanan, kami harus memakainya," tegasnya.

Selain itu, setelah berada di rumah sakit dan merawat pasien, ia harus sesering mungkin mencuci tangannya memakai sabun.
Setelah ia pulang, Muji harus mandi besar untuk memastikan badannya bersih dari segala virus.
"Jadi kami harus sesering mungkin cuci tangan, pakai sabun."
"Kemudian kami pastikan, kalau kami pulang, kami harus mandi besar mulai dari keramas, mandi pakai sabun."
"Semuanya (dilakukan) supaya kami semuanya aman," terangnya.
Muji juga mengatakan, bahwa pihak keluarganya turut merasakan kekhawatiran.
Apalagi sang istri juga merupakan seorang radiografer yang melayani pasien yang terindikasi virus corona.
"Kalau keluarga deg-degan, karena kebetulan istri juga seorang radiografer ada di rumah sakit, jadi melayani PDP (juga)." jelas Muji.
Lantaran tugasnya dan sang istri berisiko terpapar virus corona, ia memutuskan untuk menitipkan anak-anaknya ke orangtuanya.
Hal itu dilakukan Muji untuk menjaga jarak aman dengan anak-anaknya.
"Untuk keamanan kami supaya kami tenang, kami memikirkan keluarga juga supaya tenang."
"Ya ini anak-anak dengan terpaksa kami pindahkan ke tempat neneknya," terang Muji.
Ia mengatakan telah mengungsikan anak-anaknya selama kurang lebih satu minggu belakangan.
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana Saputri)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Cerita Perawat Pasien Corona: Tak Nyaman Pakai APD hingga Harus Ungsikan Anaknya".