Virus Corona Jambi
Wisudawati Terbaik IAI Tebo dan Keluarga Isolasi Diri Setelah Bersalaman dengan Pejabat Tebo
Sejumlah warga Kabupaten Tebo dilanda keresahan luar biasa, setelah satu orang dinyatakan positif virus corona atau Covid-19 di Provinsi Jambi
Penulis: tribunjambi | Editor: Suang Sitanggang
Masyarakat berspekulasi sendiri. Data dari pemerintah pusat itu dikaitkan mereka sendiri dengan informasi yang beredar sebelumnya, bahwa yang positif covid-19 itu adalah seorang pejabat di Tebo.
Masyarakat maupun yang pernah kontak dengan yang bersangkutan kini menjadi waswas karena rentan terpapar. Terlebih karena informasi yang diperoleh masyarakat dan beredar luas di media sosial, ada sejumlah kegiatan dihadiri pejabat tersebut beberapa hari sebelum masuk rumah sakit.
Acara itu mulai dari pengukuhan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tebo, bimbingan teknis fasilitasi pemilihan kepala desa untuk 30 desa di Tebo, dan wisuda sarjana Institut Agama Islam (IAI) Tebo yang dihadiri dari 100 orang lebih. Termasuk ada juga pertemuan dengan sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi, dan juga DPRD Tebo.
Wakil Bupati Tebo, Syahlan, yang merupakan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tebo, menyebut memang kemungkinan ada seorang masyarakat Tebo, yang merupakan pejabat publik di daerah itu, yang terinfeksi covid-19
Namun pihaknya belum menerima surat secara resmi dari Gugus Tugas Jambi. Ia hanya meminta agar masyarakat lebih waspada lagi menjaga kesehatan, serta mengurangi interaksi dengan masyarakat luas, dan menghindari keramaian.
Wakil Bupati Tebo tetap meminta agar masyarakat Tebo tenang dan tidak panik.
Informasi soal siapa yang positif terinfeksi virus corona ini memang masih simpang siur. Desakan agar membuka catatan perjalanan yang positif virus corona kemudian mengalir dari kelompok masyarakat. Satu di antaranya disampaikan oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Tebo, beserta Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU).
Menurut mereka, Pemkab Tebo saat ini lamban menginformasikan benar atau tidak pasien yang positif covid-19 tersebut adalah Sekda Tebo. Mereka khawatir bila informasi catatan perjalanan yang positif covid-19 tidak dibuka, nantinya akan menimbulkan persoalan yang lebih besar, pada aspek kesehatan dan juga keselamatan masyarakat.
Ketua GP Ansor Tebo, Fadhlin Hafizi, mengatakan bahwa semestinya harus ada keterbukaan dari Pemkab Tebo dan harus memberanikan diri mengakui benar atau tidak yang positif Covid-19 tersebut adalah pejabat di Tebo. Dia menyebut terinfeksi covid-19 bukanlah sebuah aib.
"Untuk Antisipasi kita bersama jika seumpama benar pasien positif corona itu pejabat Tebo, setidaknya ada upaya yang harus dilakukan Pemkab Tebo dan dinas terkait," ungkap Fadhlin.
Kini bahkan bahkan muncul petisi online, yang berjudul ‘Buka Riwayat Perjalanan Pasien Positif Covid-19’. Petisi itu mendesak agar Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi segara membuka kepada publik catatan perjalanan pasien positif Covid-19. Informasi soal penyebaran virus disebut dalam petisi itu, merupakan hak publik.
Selain itu disebutkan juga dalam petisi itu, seharusnya publik mendapat informasi yang jelas agar bisa membantu mereka mengambil keputusan terbaik demi keselamatannya.
“Kami tidak meminta supaya identitas pasien covid-19 dibuka, kami hanya meminta supaya riwayat perjalanannya segera diumumkan ke publik,” tertulis di petisi tersebut.
(Berita Ini adalah hasil liputan kolaborasi jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen Kota Jambi)
• BREAKING NEWS Kabar Pejabat Tebo Positif Corona, Johansyah: Tunggu Info Resmi dari Pusat
• Ketua DPRD Palembang Tidak Tahu Kedatangan Rombongan DPRD Kota Jambi, Padahal Habiskan Dana Besar
• Sekwan Muarojambi Meninggal Dunia, Maret Lakukan Perjalanan Dinas ke Dua Provinsi Bersama DPRD
• Balik dari Palembang, Begini Kondisi 49 Anggota DPRD Kota Jambi dan Staf yang Sudah Ditetapkan ODP