Berita Tanjab Barat

Salat Jumat di Tanjabbar Masih Diperbolehkan, Jamaah Diminta Bawa Sajadah Sendiri

"Salat Jumat tetap boleh dilaksanakan berjamaah namun dengan imbauan penggunaan khutbah singkat. Imam membaca surat pendek, tidak bersalaman...

Tribunjambi/Samsul Bahri
Rapat pencegahan virus corona di Tanjabbar dihadiri berbagai pihak. 

Salat Jumat di Tanjabbar Masih Diperbolehkan, Jamaah Diminta Bawa Sajadah Sendiri

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) menggelar Rapat Antisipasi Kasus Penularan virus corona di Tanjab Barat, Kamis (26/3/2020).

Rapat yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Kantor Bupati. Dipimpin langsung oleh Bupati Tanjabbar Safrial.

Rapat ini juga dihadiri Unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kepala Bagian Lingkup Sekretariat, FKUB, MUI, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dari hasil Rapat tersebut disepakati beberapa hal terkait pelaksanaan kegiatan keagamaan yang langsung ditandatangani oleh bupati dan pihak-pihak terkait.

Seperti pelaksanaan Salat Jumat berjamaah yang masih boleh dilaksanakan.

BLK Provinsi Jambi Membuat 1.000 Masker untuk Dibagikan ke Masyarakat

Anggota Dewan Muarojambi yang Kunker ke Luar Daerah Belum Cek Kesehatan ke RSUD Ahmad Ripin

122 Penumpang asal Batam dan Barang Bawaannya Disemprot Disinfektan Dalam Bilik Khusus

"Salat Jumat tetap boleh dilaksanakan berjamaah namun dengan imbauan penggunaan khutbah singkat. Imam membaca surat pendek, tidak bersalaman, dan tidak melakukan wirid dan doa bersama. Jamaah Salat Jumat juga dianjurkan membawa sajadah sendiri dari rumah," ujar Safrial.

Selain itu, kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak massa seperti Isra Miraj dan haul disepakati untuk ditunda atau tidak dilaksanakan sampai berakhirnya pandemi Covid-19.

Sementara itu terkait kegiatan belajar siswa sekolah, dalam rapat disepakati bahwa PAUD, SD, SMP sederajat melakukan pembelajaran dari rumah (darring).

"Kemudian bagi sekolah atau pondok pesantren yang masih melakukan pembelajaran seperti biasa diwajibkan memberlakukan isolasi sekolah atau pesantren dari kunjungan pihak manapun termasuk orangtua murid atau santri," terangnya.

Sementara itu, untuk kegiatan keagamaan selain agama islam, diputuskan untuk menyesuaikan dengan hasil rapat dan dituangkan dalam imbauan.

Sesuai hasil rapat, para camat diinstruksikan untuk menyampaikan informasi hasil rapat ini kepada lurah dan kepala desa di masing-masing kecamatan untuk selanjutnya disosialisasikan kepada masyarakat.

"Kita sepakati bersama kita imbau untuk membaca Qunut Nazilah, doa selamat dan tolak bala di rumah masing-masing. Semoga ini langkah tawakal kita memohon pertolongan kepada Allah, semoga ini cepat berlalu," pungkasnya.

(Tribunjambi.com/ Samsul Bahri)

Penulis: samsul
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved