Wabah Corona

Meninggalkan Salat Jamaah dan Jumaatan saat Wabah Penyakit, Ustaz Abdul Somad: Hukumnya Sunat

Umat muslim diimbau untuk menjalankan ibadah salat wajib di rumah saat terjadi wabah virus Corona seperti sekarang ini.

Editor: Fifi Suryani
Kolase/Tribun Jambi
Ustaz Abdul Somad 

TRIBUNJAMBI.COM - Umat muslim diimbau untuk menjalankan ibadah salat wajib di rumah saat terjadi wabah virus Corona seperti sekarang ini. 

Seruan itu disampaikan Ustaz Abdul Somad dalam unggahan video di akun instagram @ustadzabdulsomad_official.

Menurut Abdul Somad, salat wajib itu baik salat lima waktu maupun salat Jumat.

VIDEO : Momen Deddy Corbuzier Pertama Kali Ikut Salat Jamaah Setelah Jadi Mualaf, Ini Foto-fotonya

Bahkan penceramah yang dikenal dengan sebutan UAS ini menegaskan bahwa salat fardu di rumah saat terjadi bencana penyebaran penyakit virus corona Covid-19 hukumnya sunat.

UAS membacakan salah satu pertanyaan dari peserta pengajian secara daring. "Apakah wajar mengikuti aturan pemerintah untuk tidak solat berjamaah?" katanya.

Lalu UAS menjawab, "Mana ada pemerintah yang berani melarang orang untuk solat Jumat dan solat fardu berjamaah? Kenapa pemerintah melarang? Karena mufti yang mengeluarkan fatwa," kata Abdul Somad. 

Salat Jumat di Tanjabbar Masih Diperbolehkan, Jamaah Diminta Bawa Sajadah Sendiri

Ia menyebut beberapa mufti di wilayah Malaysia telah mengeluarkan fatwa larangan solat berjamaah di masjid dan musala termasuk salat Jumat. "Seperti persekutuan, mufti Selangor, komisi fatwa Majelis Ulam Indonesia (MUI). Mereka ambil dari sunnah Rosulullah," katanya.

Karena itu UAS menegaskan, "Meninggalkan solat berjamaan dan solat jumat pada masa tersebarnya wabah penyakit tho'un, pest adalah sunnah Rosullulah SAW," kata Abdul Somad.

MUI Muarojambi Respon Fatwa MUI Pusat Soal Salat Jumat Bisa Diganti Salat Zuhur Akibat Wabah Corona

Sebelumnya Ustaz Abdul Somad juga pernah memberikan tanggapan atas merebaknya penyakit menular dan mewabah di seluruh dunia seperti virus corona Covid-19.

UAS menyebut kasus serupa sebenarnya pernah terjadi saat di Mesir hingga Spanyol tahun 1800an.

Abdul Somad menyampaikan ini melalui admin akun instagram @ustadzabdulsomad_official. Akun ini mengunggah video yang berisi tanya jawab antara UAS dengan dengan umat secara daring.

Menjawab apakah wabah ini baru sekarang terjadi? Ustaz Abdul Somad lalu mengutip kitab yang dikarang oleh Imam adz-Dzahabi berjudul Siyar A’lamin Nubala.

Ini Kata Ustaz Abdul Somad Soal Kapan Berakhirnya Virus Corona, Singgung Soal Bulan Juni dan Hadist

Ia menyebut di kitab itu mengisahkan pernah suatu masa terjadi paceklik dan wabah penyakit yang melanda Mesir, yang menyebar sampai Andalusia atau kini disebut Spanyol. Wabah ini melanda Yakni Lybia, Tunisia, Maroko hingga Spanyol, dan belum pernah terjadi sebelumnya yakni kemarau panjang dan wabah penyakit yang dahsyat saat itu.

Pada saat itu karena masyarakat sulit beraktifitas sampai-sampai aktivitas di masjid-masjid di tutup. "Dan tidak ada orang solat di masjid seperti sekarang. Tahun itu disebut sebagai tahun kelaparan wabah penyakit terdahsyat dalam sejarah," katanya. 

Kok Bisa Ustaz Abdul Somad Sebut Virus Corona Akan Berakhir di Pertengahan 21 Juni Tahun 2020?

"Jadi ini memang takdir kita, pada 1820 pernah terjadi, lalu ada kolera, dan beberapa tahun lalu ada flu burung, sapi gila dan lain-lain. Ini takdir," kata Abdul Somad.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved