Satu Pasien dalam Pengawasan Meninggal Dunia, Ada Riwayat keluar Kota hingga Pneumonia Akut
Satu pasien asal Lhokseumawe berstatus PDP (pasien dalam pengawasan) meninggal dunia di RSUZA Banda Aceh, Senin (23/3/2020), sekitar pukul 12.45 WIB
“Biasanya kalau hasilnya positif akan diumumkan oleh Jubir Covid-19 Nasional di Jakarta. Kalau hasilnya negatif akan dikirim ke kita dan juga akan kita umumkan melalui dashboard web Dinas Kesehaan Aceh,” ucapnya.
Meski almarhum belum bisa dipastikan positif terinfeksi Corona, namun jenazah almarhum tetap akan diproses sesuai dengan SOP penanganan Covid-19.
"Untuk jaga-jaga, penanganan untuk jenazah almarhum akan diperlakukan sebagaimana pasien Covid-19. Kita tak mau ada penyesalan jika nanti hasil pemeriksaan terhadap spesimen ternyata positif Covid-19. Namun kita berharap, semoga ini tidak positif," demikian SAG.
Dalam konferensi pers kemarin, Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG juga memaparkan update data terbaru Covid-19 di Aceh.
Update per tanggal 23 Maret, hingga pukul 15.00 WIB tercatat sebanyak lima pasien masih berstatus PDP atau pasien dalam pengawasan di RSUDZA Banda Aceh. Sebelumnya, total PDP berjumlah 31 orang dan 26 orang sudah bisa pulang.
Kemudian untuk total orang dalam pemantauan atau ODP, saat ini sebanyak 187 orang yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Aceh.
• Dua Tenaga Medis Positif Virus Corona, Segini Total Perawat yang Tertular Covid-19 di Indonesia
Sementara yang sudah diperiksa laboratorium sebanyak 27 orang dan 12 di antaranya sudah dinyatakan negatif. “Sisanya masih menunggu hasil,” kata SAG.
Jubir Pemerintah Aceh ini juga meminta masyarakat agar melakukan kroscek terhadap setiap informasi yang beredar terkait Covid-19.
Pemerintah Aceh lanjutnya, juga akan bekerja maksimal untuk mencegah penularan virus tersebut.
Selain itu, SAG juga mengimbau petugas kesehatan, keluarga, kerabat, dan masyarakat, agar lebih menahan diri dan tidak mengedarkan informasi apa pun tentang ODP atau PDP terkait Covid-19. “Mohon bersabar dan menunggu informasi yang dikeluarkan oleh petugas yang berwenang,” harapnya.
Selain itu, apabila ada keluarga, tetangga, kerabat, atau mengetahui ada yang demam, batuk, atau sakit kepala, maka jangan langsung dicurigai Covid-19. Hanya dokter ahli yang memiliki otoritas menjelaskan Covid-19 atau bukan. "Jangan bikin heboh sehingga data pasien tersebar," pintanya.(dan)
• Amankah Penggunaan Hand Sanitizer Pada Bayi? Begini Menurut Penjelasan Dokter Reisa Broto Asmoro