Virus Corona

Jumawa Soal Kasus Covid-19, Korea Utara Lagi Sekarat, 200 Tentaranya Tewas dengan Gejala yang Sama

Jumawa Soal Kasus Covid-19, Korea Utara Lagi Sekarat, 200 Tentaranya Tewas dengan Gejala yang Sama

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un didampingi para perwira militer menyaksikan latihan pasukan khusus negeri itu.(STR / KCNA VIA KNS / AFP ) 

Jumawa Soal Kasus Covid-19, Korea Utara Lagi Sekarat, 200 Tentaranya Tewas dengan Gejala yang Sama

TRIBUNJAMBI.COM - Sangat mengerikannya wabah virus corona, bahkan hampir seluruh negara di dunia kecuali wilayah Kutub dan Antartika terserang wabah virus Corona.

Tercatat lebih dari 160 negara yang kini sedang berperang keras melawan virus mematikan tersebut.

Banyak tenaga medis berjatuhan selama menangani pasien yang telah positif terkena virus corona.

Mudik Gratis 2020 Lebaran Dipastikan Batal, Efek Virus Corona, Kemenhub: Ini Langkah yang Tepat

Jadwal Liga Champions 2020 Ditunda, Bagaimana Nasibnya Akibat Virus Corona? Ternyata Begini Jadinya

Belum Ada Penambahan Positif Virus Corona di Jambi, Secara Nasional Kematian Covid-19 Sudah 55 Orang

Di tengah carut marut virus corona ini, ada satu negara yang masih belum mengakui bahwa negaranya terkena pendemi ini, negara tersebut adalah Korea Utara.

"Tidak ada satu pun pasien coronavirus yang baru muncul," kata Song In Bom, seorang pejabat dari Komite Kesehatan Darurat Korea Utara, seperti Grid.ID kutip dari laman Aljazeera.

Banyak pihak yang meragukan klaim dari rezim Kim Jong Un ini.

Kejari Batanghari Serahkan Barang Hasil Lelang Kepada Pemenang

Mudik Gratis 2020 Lebaran Dipastikan Batal, Efek Virus Corona, Kemenhub: Ini Langkah yang Tepat

Sebelumnya, pemerintah Korea Utara memang tak memberikan izin kepada orang dari Tiongkok maupun orang dari negara lain masuk.

Bahkan, pemerintah Korut akan melakukan hukuman tegas bagi pelanggarnya.

Pakar medis dan para analis kesehatan pun skeptis terhadap klaim dari Korea Utara ini.

17 Tahun Jadi Istri Kedua, Meggy Mantap Gugat Cerai Kiwil, 3 Anak Dapat Tunjangan Segini per Bulan

Jadwal Liga Champions 2020 Ditunda, Bagaimana Nasibnya Akibat Virus Corona? Ternyata Begini Jadinya

"Terlepas dari kenyataan bahwa Korea Utara menutup perbatasannya, atau menolak mengizinkan wisatawan Tiongkok atau asing masuk.

"Sangat mungkin bahwa beberapa warga Korea Utara sudah terinfeksi," kata Roh Kyoung-ho, seorang dokter Layanan Asuransi Kesehatan Nasional Departemen Kesehatan Rumah Sakit Ilsan, Korea Selatan.

"Saya pikir tidak mungkin untuk mengukur kasus di sana, karena sistem medis Korea Utara tidak maju," tambahnya.

Via Vallen Punya Niat Berhenti Nyanyi Karena Komentar Jahat Netizen, Nangis saat Curhat ke Sosok Ini

Belum Ada Penambahan Positif Virus Corona di Jambi, Secara Nasional Kematian Covid-19 Sudah 55 Orang

Seo Jae-pyoung, seorang aktivis yang berasal dari Korea Utara, dan saat ini mengepalai Asosiasi Defektor Korea Utara yang berbasis di Seoul, mengatakan bahwa ia telah mendengar laporan tentang virus corona di Korea Utara.

"Saya sudah berbicara langsung dengan orang-orang di Korea Utara, dan telah mendengar bahwa Korea Utara menyatakan keadaan darurat," kata Seo.

"Saya mendengar bahwa kasus pertama di Korea Utara dikonfirmasi pada 27 Januari, dan bahwa Tentara Rakyat mengunci jalan dan kereta api di kota-kota provinsi, dan bahwa orang-orang bahkan tidak dapat berjalan di jalan-jalan umum," tambahnya.

Korea Utara sering mendasarkan diagnosisnya pada gejala pasien.

"Biasa, setiap hari orang Korea Utara tidak benar-benar tahu tentang virus ini.

Efek Corona, Pelayanan Pembuatan SIM di Polresta Jambi Ditutup Sementara

"Di Korea Utara, mereka hanya melihatnya sebagai penyakit yang menakutkan," ucap Seo.

Sementara itu, para wartawan dan peneliti telah mendengar tentang wabah itu.

Robert Lauler, seorang mantan pekerja LSM dan editor bahasa Inggris di Daily NK, sebuah publikasi online yang memiliki kontak di Korea Utara, mengatakan bahwa sumbernya telah melaporkan 82 orang dalam karantina, dan 23 orang tewas akibat virus corona di negara tersebut.

Titik Terang Muncul, Ilmuan China Ungkap Rahasia Bahwa Virus Corona Bisa Dibasmi hingga Tak Tersisa

"Informasi itu dari beberapa minggu yang lalu," kata Lauler.

"Minggu lalu, kami juga memuat berita tentang laporan militer yang menyatakan bahwa sekitar hampir 200 tentara telah meninggal karena gejala yang tampak sebagai coronavirus.

"Tetapi dalam semua kasus ini, jumlah yang kami keluarkan belum tentu 100 persen dari coronavirus. sumber kami telah menyarankan bahwa telah terjadi wabah dan bahwa orang sedang sekarat," imbuhnya.

VIDEO: NASA Sebut Asteroid Selebar 390 Meter Akan Melintasi Bumi Besok Kamis, Berpotensi Berbahaya

10 Foto Marilyn Monroe, Artis Legendaris yang Bikin Presiden Kesengsem, selalu Pakai Celana Ketat

Lebih lanjut, Seo Jae-pyoung mengungkapkan jika peralatan medis di Korea Utara jauh dari kata memadai.

"Di luar Pyongyang dan Hamhung, saya peraya hampir tidak ada lembaga medis di mana orang bisa dapat dengan mudah mendapatkan perawatan.

"Sebagian besar kota tidak memiliki ambulans atau transportasi untuk pasien, dan banyak orang yang harus melakukan karantina di rumah," papar Seo.

Artikel ini telah tayang di Grid.ID dengan judul Korea Utara Sempat Klaim Tak Ada Kasus Virus Corona di Negaranya, Korps Medis Setempat Laporkan Ada 200 Tentara Meninggal, Editor Berita Lokal: Orang Sedang Sekarat!

(*)

Artikel Ini Telah Tayang di GridHot.ID

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

Sumber: GridHot.id
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved