Virus Corona

Jumawa Soal Kasus Covid-19, Korea Utara Lagi Sekarat, 200 Tentaranya Tewas dengan Gejala yang Sama

Jumawa Soal Kasus Covid-19, Korea Utara Lagi Sekarat, 200 Tentaranya Tewas dengan Gejala yang Sama

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un didampingi para perwira militer menyaksikan latihan pasukan khusus negeri itu.(STR / KCNA VIA KNS / AFP ) 

"Saya mendengar bahwa kasus pertama di Korea Utara dikonfirmasi pada 27 Januari, dan bahwa Tentara Rakyat mengunci jalan dan kereta api di kota-kota provinsi, dan bahwa orang-orang bahkan tidak dapat berjalan di jalan-jalan umum," tambahnya.

Korea Utara sering mendasarkan diagnosisnya pada gejala pasien.

"Biasa, setiap hari orang Korea Utara tidak benar-benar tahu tentang virus ini.

Efek Corona, Pelayanan Pembuatan SIM di Polresta Jambi Ditutup Sementara

"Di Korea Utara, mereka hanya melihatnya sebagai penyakit yang menakutkan," ucap Seo.

Sementara itu, para wartawan dan peneliti telah mendengar tentang wabah itu.

Robert Lauler, seorang mantan pekerja LSM dan editor bahasa Inggris di Daily NK, sebuah publikasi online yang memiliki kontak di Korea Utara, mengatakan bahwa sumbernya telah melaporkan 82 orang dalam karantina, dan 23 orang tewas akibat virus corona di negara tersebut.

Titik Terang Muncul, Ilmuan China Ungkap Rahasia Bahwa Virus Corona Bisa Dibasmi hingga Tak Tersisa

"Informasi itu dari beberapa minggu yang lalu," kata Lauler.

"Minggu lalu, kami juga memuat berita tentang laporan militer yang menyatakan bahwa sekitar hampir 200 tentara telah meninggal karena gejala yang tampak sebagai coronavirus.

"Tetapi dalam semua kasus ini, jumlah yang kami keluarkan belum tentu 100 persen dari coronavirus. sumber kami telah menyarankan bahwa telah terjadi wabah dan bahwa orang sedang sekarat," imbuhnya.

VIDEO: NASA Sebut Asteroid Selebar 390 Meter Akan Melintasi Bumi Besok Kamis, Berpotensi Berbahaya

10 Foto Marilyn Monroe, Artis Legendaris yang Bikin Presiden Kesengsem, selalu Pakai Celana Ketat

Lebih lanjut, Seo Jae-pyoung mengungkapkan jika peralatan medis di Korea Utara jauh dari kata memadai.

"Di luar Pyongyang dan Hamhung, saya peraya hampir tidak ada lembaga medis di mana orang bisa dapat dengan mudah mendapatkan perawatan.

"Sebagian besar kota tidak memiliki ambulans atau transportasi untuk pasien, dan banyak orang yang harus melakukan karantina di rumah," papar Seo.

Artikel ini telah tayang di Grid.ID dengan judul Korea Utara Sempat Klaim Tak Ada Kasus Virus Corona di Negaranya, Korps Medis Setempat Laporkan Ada 200 Tentara Meninggal, Editor Berita Lokal: Orang Sedang Sekarat!

(*)

Artikel Ini Telah Tayang di GridHot.ID

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

Sumber: GridHot.id
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved