Virus Corona
Cegah Penyebaran Covid-19,Presiden Jokowi Instruksikan Tak Ada Lockdown Tapi Pilih Gunakan Cara Ini
Lonjakan pasien yang diketahui positif terinfeksi virus corona kian mengkhawatirkan!
Kabar itu disampaikan Juru bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto dalam konferensi pers seperti diyatangkan di Channel Youtube BNPB Indonesia, Minggu (22/3/2020).
"Ada penambahan kasus baru yang kita catat sampai dengan hari ini pukul 12.00. Ada penambahan kasus positif 64 orang," ujar Yurianto.
Kemudian ada tambahan 9 orang sembuh.
• CATAT! Klorokuin Dipakai Untuk Mengobati Pasien Covid-19, Penggunaannya Harus Disertai Resep Dokter
Sementara kasus yang meninggal bertambah 10 orang. Dengan begitu sudah 48 orang meninggal dunia akibat COVID-19 di Indonesia.
Persentase itu tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di dunia.
Indonesia berada di bawah Italia yang saat ini mencapai persentase 8,57.
Sejumlah negara juga telah melakukan kebijakan lockdown, antara lain Italia, Spanyol, Perancis, Irlandia, juga Malaysia.
Namun, Presiden Jokowi sudah menegaskan bahwa pemerintah belum memikirkan opsi lockdown dalam mengatasi Covid-19.
• Detik-detik Janda Muda dan Anak di Banyuasin Tewas Dibunuh Pria Berpenutup Sarung Tengah Malam
Menurut Jokowi, lockdown juga merupakan kebijakan pemerintah pusat.
Dengan demikian, dia menegaskan bahwa daerah tidak bisa melakukan kebijakan karantina wilayah tersebut.
(*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Doni Monardo: Presiden Jokowi Instruksikan Tidak Akan Ada Lockdown"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-darah-pasien-positif-virus-corona.jpg)