Virus Corona
Armada Perang Kiriman Prabowo Sukses Mendarat di Shanghai, Pesawat Hercules Bawa 9 Ton Alkes Pulang
Armada Perang Kiriman Prabowo Sukses Mendarat di Shanghai, Pesawat Hercules Bawa 9 Ton Alkes Pulang
Armada Perang Kiriman Prabowo Sukses Mendarat di Shanghai, Pesawat Hercules Bawa 9 Ton Alkes Pulang
TRIBUNJAMBI.COM - Militer sudah diterjunkan demi membantu percepatan penangan covid-19 yang sedang mewabah di Indonesia.
Guna membantu Gugus Tugas Covid-19, baru-baru ini Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memerintahkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna, untuk memberangkatkan pesawat angkut berat C130 Hercules ke Shanghai, China.
Perintah keberangkatan tersebut guna mengangkut logistik kesehatan yang telah dibeli oleh pemerintah RI melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Melansir Antara, hal tersebut sesuai dengan surat permohonan Menhan RI, Prabowo Subianto.
• Panglima TNI Pastikan Kesiapan Wisma Atlet Kemayoran Jadi Rumah Sakit Khusus Pasien Corona
• Memilukan, Calon TNI Ini Menangis, Ibunya Wafat Saat Diumumkan Ia Lulus Jadi Prajurit Terbaik TNI AL
• Pendaftaran Penerimaan Bintara TNI AD TA 2020 untuk Lulusan SMA/MA/SMK, Ini Link dan Syarat

Oleh karenanya, TNI AU telah memberangkatkan satu unit pesawat C130 Hercules dari Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Sabtu (21/3/2020).
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI, Fajar Adriyanto, dalam keterangan tertulisnya.
Adapun alat kesehatan yang akan diangkut berkaitan dengan mewabahnya virus corona jenis baru, Covid-19.
• Aksi Prabowo Tangani Corona, Terjunkan Militer, Pesawat TNI Dikirim Angkut Alat Kesehatan dari China
• VIDEO : Sosialisasi Corona, Diskominfo Keliling Kota Bangko Gunakan Mobil Damkar
Pesawat dengan nomor registrasi A-1333 itu dipiloti oleh Komandan Skadron Udara 32, Letkol Pnb Suryo.
Pesawat tersebut lepas landas dari Lanud Abdulrachman Saleh pukul 6.55 WIB dan menempuh rute penerbangan Malang-Natuna-Hainan-Shanghai
Sebanyak 21 kru pesawat dan pendukung turut serta dalam misi ini, termasuk dua personel dari Kemhan RI.
Menurut Fajar, pesawat Hercules itu melakukan dua kali transit di Lanud Raden Sadjad Natuna dan Bandara Sanya di Hainan guna melakukan pengisian bahan bakar sebelum mendarat di Bandara Pundong di Shanghai.
• Truk Militer Digunakan Italia Untuk Angkut 70 Peti Korban Covid-19, Warga Cuma Melihat dari Jendela
• Sempat Didiagnosis DBD, Ini Cerita Lengkap Andrea Dian Hingga Akhirnya Positif Terinfeksi Covid-19
Adapun logistik kesehatan yang telah dibeli oleh pemerintah kurang lebih seberat 9 ton.
Logistik kesehatan tersebut berupa Disposable Masks, N95 Masks, Protective Clothing, googles, gloves,shoe covers, infrared thermometer, dan surgical caps.
Dilansir Gridhot dari akun Twitter @Puspen_TNI, pesawat C-130 Hercules A-1333 berhasil mendarat di Pudong, Shanghai pada pukul 14.15 UTC atau 21.15 WIB.
"Alhamdulillah, pesawat C130 Hercules A-1333 telah mendarat di Pudong, Shanghai pukul 14.15 UTC atau 21.15 WIB. Selanjutnya akan melaksanakan proses pemuatan logistik kesehatan dan kembali ke Indonesia," tulis akun tersebut.
• Dampak Virus Corona, PSSI Resmi Tunda Kompetisi Liga 1 2020
• Kamu Harus Tahu, Ini Aturan Baru Saat di KFC, Semua Demi Cegah Penularan Covid-19
Alhamdulillah, pesawat C130 Hercules A-1333 tlh mendarat di Pudong, Shanghai pukul 14.15 UTC atau 21.15 WIB.
— Pusat Penerangan TNI (@Puspen_TNI) March 21, 2020
Selanjutnya akan melaksanakan proses pemuatan logistik kesehatan dan kembali ke Indonesia????????#TNIAU #TNIPeduli #jauhdilangitdekatdihati #HUT74TNIAU #LawanCovid19 pic.twitter.com/jj1f4Tp49s
Dikutip dari Antara, pesawat Hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara bertolak dari Bandar Udara Internasioal Pudong, Shanghai, untuk mengangkut sedikitnya 9 ton peralatan medis bantuan dari berbagai pihak di China dalam mengatasi wabah COVID-19 di Indonesia.
• Pembangunan RS Khusus Corona di Batam Sudah 80 Persen, Menteri Basuki Pastikan 28 Maret Beroperasi
• Satpol PP Sarolangun Merazia Sejumlah Indekos Dugaan Praktik Prostitusi, Petugas Hanya Temukan Ini
Pesawat angkut militer itu tinggal landas dari salah satu bandara internasional di pinggiran kota terbesar di China tersebut Minggu dini hari sekitar pukul 00.40 waktu setempat (Sabtu tengah malam, 23.40 WIB) dengan terlebih dulu transit di Sanya, Provinsi Hainan, sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia.
Pesawat berbaling-baling itu tiba di Pudong pada pukul 22.20 waktu setempat dan langsung melakukan proses pengangkutan (loading).
• Kisah Dokter di Toraja Tangani Virus Corona Berbekal Jas Hujan dan Sepatu Boots
"Pengiriman pesawat untuk mengangkut bantuan ini atas inisiatif Kemenhan (Kementerian Pertahanan) RI," kata Duta Besar RI Djauhari Oratmangun kepada ANTARA.
Semua bantuan dari China untuk Indonesia akan diangkut dari Shanghai dan Guangzhou, Provinsi Guangdong.
• 134 Peserta CPNS Muarojambi Lolos ke Tahap SKB, Cek Situsnya di Sini
"Beijing saat ini sedang dalam perhatian. Maka semua bantuan nanti akan diterbangkan dari Shanghai dan Guangzhou," kata Dubes didampingi Wakil Kepala Perwakilan RI di Beijing Dino Kusnadi.
Seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19 dari luar China melalui Beijing, maka pesawat-pesawat yang mengangkut penumpang berkewarganegaraan asing pendaratannya akan dialihkan ke beberapa kota, seperti Tianjin, Hohhot (Provinsi Mongolia Dalam), dan Taiyuan (Provinsi Shanxi), termasuk pesawat kargo internasional.
Pesawat itu datang untuk menjemput obat-obatan dan alat kesehatan guna penanganan wabah COVID-19 di Indonesia. https://t.co/zSbmj5rQf2
— antaranews.com (@antaranews) March 21, 2020
Dino menyebutkan bahwa peralatan kesehatan bantuan dari berbagai pihak, di antaranya Inacham dan Tsingshan Charity Foundation, itu berupa masker, pelindung wajah, kacamata, baju pelindung petugas kesehatan, dan alat tes COVID-19.
• Antisipasi Virus Corona, Bupati Merangin Minta Objek Wisata Ditutup Sementara
• Aktor Ganteng yang Juga Menantu Menteri Tjahjo Kumolo Akui Positif Virus Corona, Begini Kondisinya
• Ketua DPP PDI-P akan Berikan Peringatan Krisdayanti Akibat Ulahnya Plesiran ke Swiss Bareng Keluarga
Bantuan 9 ton itu merupakan tahap pertama karena masih ada bantuan lain dari China yang diperkirakan lebih dari 20 ton masih menunggu armada pengangkut.
(*)
Artikel Ini Telah Tayang di GridHot.ID
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE: