Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Siapa Sebenarnya Ignaz Semmelweis? Tokoh Google Doodle yang Cuci Tangan Hari Ini

Menelusuri jejak sejarah Ignaz Semmelweis sangat menarik karena merupakan tokoh penting dunia.

Editor: Duanto AS
Capture
Google Doodle 

Walaupun telah menerbitkan hasil yang menunjukkan bahwa disinfeksi tangan mengurangi tingkat kematian hingga di bawah 1%, pengamatan Semmelweis bertentangan dengan pendapat medis yang diterima pada saat itu.

Akhirnya, komunitas kedokteran menolak gagasan ini.

Semmelweis tidak dapat menjelaskan secara ilmiah mengapa penemuannya bisa menurunkan tingkat kematian, dan beberapa dokter merasa tersinggung dengan usulan agar mereka mencuci tangan terlebih dahulu.

Zaman setelah Louis Pasteur

Praktik Semmelweis baru diterima secara luas setelah ia meninggal, terutama setelah Louis Pasteur berhasil membuktikan kebenaran teori kuman dan setelah Joseph Lister melakukan operasi dengan metode higenis dan sangat berhasil.

Gangguan kejiwaan

Sejak 1861, Semmelweis mengalami gangguan-gangguan kejiwaan.

Ia juga mengalami depresi dan sering melamun.

Setelah mendapatkan kritik negatif dari luar negeri, Semmelweis menghujat orang-orang yang menyerangnya.

Ia menuduh mereka sebagai "pembunuh yang tidak bertanggung jawab" dan "orang bodoh".

Pada pertengahan tahun 1865, perilakunya mulai mengesalkan dan mempermalukan rekan-rekannya, dan ia juga mulai mabuk-mabukan.
Akibatnya, pada tahun yang sama, Semmelweis dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa.

Di situ ia meninggal dunia akibat piaemia pada umur 47 tahun setelah dipukuli hingga mati oleh para penjaganya 14 hari setelah ia dimasukkan ke institusi tersebut.

Itulah sosok Ignaz Semmelweis yang tampil di Google Doodle hari ini. (wikipedia)

Biodata Ignaz Semmelweis

Nama lengkap: Ignaz Philipp Semmelweis.
Lahir: 1 Juli 1818
Meninggal: 13 Agustus 1865 (umur 47)
Wina, Kekaisaran Austria
Warga negara: Hongaria
Almamater: Universitas Wina, Universitas Budapest
Dikenal atas: Memperkenalkan standar disinfeksi tangan di klinik obstetri dari tahun 1847
Istri: Mária Weidenhofer (1837–1910)
Anak:  Antonia, Maria, Ignac, Margit, Bela

Karier ilmiah: Bidang obstetri, operasi

Sniper Andalan Ini Ngaku Pandangannya Kabur Kala Tembak Soekarno Saat Sholat Idul Adha: Jadi Ngawur!

Masjid Istiqlal Jakarta Meniadakan Sholat Jumat selama Dua Pekan ke Depan, Cegah Virus Corona

Misteri Pacar Nike Ardilla yang Juga Meninggal, Ryan Hidayat Sosok Remaja Santai Berambut Gondrong

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved