Ilmuan Ini Malah Beberkan Sisi Positif dari Dampak Virus Corona atau Covid-19, Sebut Hal Ini

Sejauh ini virus corona telah menyebabkan ketakuan penduduk di seluruh dunia, karena wabah ini dengan cepat menyebar.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
STR/AFP/China OUT
Seorang paramedis Laboratorium memegang sampel virus di laboratorium Hengyang, Provinsi Henan, China, Rabu (19/02/2020). Data terakhir tercatat korban tewas akibat epidemi virus coronavirus COVID-19 melonjak menjadi 2.112 dan pada Kamis (20/02/2020) ada 108 orang lagi meninggal di Provinsi Hubei, Kota pusat penyebaran yang paling parah dari wabah Corona tersebut. 

Ilmuan Ini Malah Beberkan Sisi Positif dari Dampak Virus Corona, Sebut Hal Ini

TRIBUNJAMBI.COM - Sejauh ini virus corona telah menyebabkan ketakuan penduduk di seluruh dunia, karena wabah ini dengan cepat menyebar.

Angkanya pun terus meningkat, dan sampai sekarang masih terus bertambah.

Sementara satu-satunya cara untuk menghentikan lajunya adalah dengan melakukan social distancing dan Lockdown.

Sejauh ini, total lebih dari 300.000 korban terinfeksi virus corona di seluruh dunia

Ini yang Bakal BUMN Lakukan untuk Tangani Virus Corona, Pesan Alat Canggih Ini, Lebih Cepat Deteksi?

Tips Cara Atasi Stres Akibat Ancaman Penyebaran Virus Corona, Jangan Panik, Lakukan Hal Ini

Kemudian, jumlah yang korban yang meninggal akibat Covid-19 mencapai lebih dari 8.000 orang.

Meskipun wabah ini menjadi bencana bagi umat manusia, dan ekonomi dunia, ada fakta yang cukup mencengangkan.

Virus ini justru memberikan kontribusi dan manfaat besar untuk kesejahteraan manusia, menurut seorang peneliti Marshall Burke.

Mengutip Daily Star pada Kamis (19/3/2020), tindakan lockdown yang dilakukan oleh China, menghasilkan manfaat yang luar biasa bagi dunia.

Dampak yang dimaksud adalah, peningkatan kualitas udara, yang bisa dilihat dari kota-kota seperti Shanghai dan Wuhan.

Ketika berbicara tentang dua kota ini, Burke mengatakan, "Polusi musim dingin lebih besar dari mobil, dan industri, tetapi kini dampaknya sangat luar biasa." 

Termasuk Wali Kota Bogor, 16 Provinsi di Indonesia Sudah Positif Virus Corona, Berikut Rinciannya

Kemudian,dia juga mempertanyakan apakah nyawa bisa diselamatkan oleh kualitas udara yang meningkat.

Jawabnya adalah, kualitas udara yang bersih dapat menyelamatkan ribuan nyawa dari korban yang meninggal akibat virus corona.

"Menghirup udara kotor menyebakan banyak kematian diri terjadi," katanya.

"Memang aneh namun, dampak nyawa yang terselamatkan lebih besar dari pada wabah dan kesulitan ekonomi saat ini," imbuhnya.

Tak hanya berbicara soal manfaat, Burke juga menjelaskan tentang angka nyawa yang diselamatkan dari virus corona.

"Saya menghitung, sejak dua bulan lockdown, dampaknya telah menyelamatkan nyawa 4.000 anak di bawah usia 5 tahun, dan juga 73.000 orang dewasa berusia di atas 70 tahun di Tiongkok," jelasnya.

Marshall Burke menjelaskan penelitiannya, untuk menunjukkan sisi lain yang tidak pernah kita amati dari wabah virus corona yang hanya dipercaya memberikan kerusakan.

"Mungkin Covid-19 membantu kita melihat ini, dengan lebih jelas, dunia yang terbatas mana yang lebih besar, jadi ini peluang yang bagus untuk melihat dunia yang bersih dari aktivitas manusia," imbuhnya.

Sementara laporan lain juga mengatakan bahwa lockdown atas wabah vius corona memberikan manfaat yang besar bagi alam.

Penurunan polusi ke tingkat signifikan terjadi di Tiongkok.

Lockdown di Italia, menyebabkan perairan di Venesia terlihat lebih jernih dari sebelumnya.

Saat Covid-19 terjadi, menyebabkan hal menakjubkan suatu hal di negeri Pizza, kawanan angsa muncul kembali ke sungai-sungai di Italia.

Saat ini Italia, adalah negara paling terpukul karena virus wabah korona, dengan hampir 300.000 kasus yang terjadi.

Lalu jumlah kematian yang meningkat menjadi 2.000 orang meninggal karena wabah tersebut.

BREAKING NEWS Wali Kota Bogor Positif Virus Corona, Seluruh Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Persiapan Pemberangkan Jemaah Haji Tahun 2020 Masih Sesuai Jadwal, Jambi Dapat Kuota 2.909 Jemaah

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved