Cerita Mengejutkan Pasien Suspect Virus Corona: Ruang Penuh Pasien Batuk, Pulang dengan Taksi Online
Namun, Fachri menilai ruangan itu tak layak digunakan enam orang, pasalnya normalnya digunakan untuk dua orang saja.
"Di ruang isolasi kurang lebih selama semaleman dari hari Minggu malam sampai Senin siang."
"Cuma ketika hari Minggu malam atau tengah malam antara jam 12 sampai jam 1 dua di antara kami dirujuk ke rumah sakit yang lain, jadi sisa empat," jelasnya.
Fachri menjelaskan, dirinya sudah di tes swab untuk mengetahui apakah dirinya memang positif terjangkit covid-19 atau tidak.
Namun, ia mengaku belum tahu hasilnya.
"Iya betul, belum. Hasilnya dijanjikan setelah tes swab yang kedua paling cepat, hari Jumat."
"Tapi saya hanya dikabari kalau saya positif, jadi jika saya positif saya akan dikabari dan dijemput," terang Fachri.
Jika postif maka ia akan dijemput oleh tim kesehatan, jika tidak dia tak akan diberitahu.
Sedangkan, setelah Senin siang itu, Fachri mengaku sudah disuruh pulang ke rumah dan diperintahkan untuk mengkarantina sendiri di rumah.
"Tapi jika saya negatif saya tidak akan pernah dikabari jadi saya negatif saya enggak pernah tahu statusnya."
"Iya langsung pulang, saya naik taksi online. Saya disuruh karantina mandiri di rumah," ceritanya.
Lihat videonya mulai menit ke 2:40:
(TribunWow.com/Mariah Gipty)