Virus Corona Renggut Nyawa Ulama Senior Iran
Korban tewas akibat virus corona kembali menimpa tokoh ulama di Iran. Seorang ulama senior Iran
Meski begitu, kebijakan tersebut dinilai belum efektif karena jumlah kasus infeksi dan korban meninggal terus meningkat.
Menurut Kemenkes Iran, banyak pasien baru menampakkan gejala Covid-19 beberapa hari setelah terinfeksi.
"Kami diminta untuk tetap berada di rumah, tetapi bagaimana mungkin jika lembaga pemerintah tetap buka," kata Kepala Rumah Sakit Universitas Shahid Beheshti di Teheran, Alireza Zali.
Sementara itu Presiden Iran, Hassan Rouhani, meyakini wabah virus corona segera berlalu.
"Dengan izin Allah S.W.T., tahun ini akan menjadi sejarah, yakni ketika kita memenangkan peperangan terhadap virus berbahaya," kata Rouhani dalam telekonferensi dengan satuan tugas anti-virus corona.
Sampai saat ini kasus virus corona di Iran terbanyak berada di Provinsi Teheran.
Disusul Isfahan, Mazandaran, Khorasan Razavi, dan Kota Qom. Kota Qom adalah tempat di mana kasus pertama infeksi virus corona di Iran terjadi. (cnn.com/tribunnetwork/cep)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/07032020_iran.jpg)