Mau Dilapor Polisi atau Mundur? Pelanggan PDAM Trta Muarojambi Keluhkan Tagihan Tak Masuk Akal

Tarif tagihan PDAM Tirta Muarojambi naik secara drastis, pelanggan mengeluhkan hal ini, Selasa (17/3). Kenaikan tarif tersebut

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Fifi Suryani
zoom-inlihat foto Mau Dilapor Polisi atau Mundur? Pelanggan PDAM Trta Muarojambi Keluhkan Tagihan Tak Masuk Akal
net
Ilustrasi pembayaran tagihan

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Tarif tagihan PDAM Tirta Muarojambi naik secara drastis, pelanggan mengeluhkan hal ini, Selasa (17/3). Kenaikan tarif tersebut diketahui tidak sesuai dengan pemakaian yang digunakan oleh pelanggan.

Hal ini disampaikan oleh seorang warga berinisial YN. Ia mengatakan, kenaikan harga tersebut membuat masyarakat mempertanyakan kinerja pegawai PDAM yang bekerja di lapangan.

Hal yang dipertanyakan lantaran penyaluran air PDAM ke rumah-rumah warga yang tidak dipasang meteran.

"Jadi ampere-nya tidak dipasang pegawai. Itu langsung disambungkan ke pipa utama oleh pekerja PDAM. Kemudian tiba-tiba orang kasih tagihan. Dari mana mereka mematok tagihan itu? Sementara tagihan kita itu tidak sesuai dengan pemakaian kita," ujarnya.

Sementara, pelanggan lain juga mengeluhkan pada Desember lalu ia mendapat tagihan sebesar Rp300 ribu, sementara pada Januari mengalami penurunan menjadi Rp 200 ribu.

Sedangkan pada Februari ia mendapat tagihan sebesar Rp 400ribu. Tagihan ini dikatakannya tidak sesuai.

"Ini tagihannya gila-gilaan. Sementara pemakaian kita standar seperti biasa, tapi tagihan kita naik. Kami butuh penjelasan dari pihak PDAM, dari mana mereka menetukan tagihannya," tutup nya.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama PDAM Tirta Muarojambi, Budi Mulia mengakui bahwa memang ada oknum pegawainya yang melakukan berbagai kecurangan untuk menguntungkan diri sendiri.

"Saya tegaskan kepada mereka jangan lakukan tindakan kecurangan. Kalau kedapatan di saya, saya kasih pilihan. Mau dilaporkan ke polisi atau mengundurkan diri," tegasnya.

Budi mengakui memang ada oknum pegawainya yang melakukan berbagai kecurangan untuk menguntungkan diri sendiri.
Dan oknum-oknum pegawai itu, katanya tidak hanya melakukan perbuatan tersebut di Sekernan, namun juga di kecamatan lainnya.

"Mereka lakukan tidak hanya di Sekernan, namun ada beberapa daerah lain juga," sebutnya, saat dikonfirmasi Senin (16/3).

Ia mengatakan sejak awal ditunjuk sebagai dirut PDAM, Budi akan berkomitmen memperbaiki pelayanan pelanggan.

Termasuk membersihkan internal dari tindakan yang menguntungkan golongan dan kelompok tertentu.

"Dari awal saya ditunjuk jadi dirut, saya berkomitmen, sebelum perbaiki pelanggan. Internal juga kita perbaiki, tapi masih ada yang berani berbuat hal tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, seluruh pegawai PDAM Tirta Muarojambi telah diberikan pembinaan dan meningkatkan kinerja dan integritas dalam menjalankan tugas melayani pelanggan, katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved