Mantan Sekretaris BUMN Kaget Lihat Jokowi Gandeng Ahok untuk Ibu Kota Baru: Menguji Kesabaran Rakyat
Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok sebagai calon Kepala Badan Otorita ibu kota baru menuai perhatia
TRIBUNJAMBI.COM - Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu Kaget Lihat Jokowi Gandeng Ahok untuk Ibu Kota Baru menurutnya Ini Menguji Kesabaran Rakyat.
Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok sebagai calon Kepala Badan Otorita ibu kota baru menuai perhatian publik.
Banyak pro dan kontra berdatangan dari berbagai pihak soal calon kepala Ibu Kota Baru yang dilakukan Jokowi.
Menanggapi hal tersebut, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu ikut menyuarakan penolakannya.
• Ternyata Inul Daratista Dipecat Jadi Juri? Tak Terlihat di LIDA 2020, Jawaban Adam Suseno Tak Jelas?
• Pengakuan Teddy Tegaskan Jika Ada Uangnya di Warisan Lina, Mendadak Sule Tantang untuk Bertemu
• Hasil LIDA 2020 Indosiar Malam Tadi Grup 7 Top 33, Hari Jambi Tertinggi Nilainya! Angga Tersenggol
• Mau ke Toilet Saja Butuh 1 Menit! Penampakan Super Megahnya Apartemen Reino Barack Suami Syahrini
Dikutip dari YouTube MSD, Rabu (11/3/2020), Said Didu mengakui dirinya kaget mendengar Ahok dicanangkan jadi bos ibu kota baru.
Ia melihat Jokowi begitu ingin menempatkan Ahok sebagai pemimpin ibu kota.
Pria yang menyebut dirinya sebagai manusia merdeka itu melihat Jokowi hanya bisa percaya kepada Ahok.
"Ternyata Jokowi memang sangat dekat dengan Ahok, seakan-akan orang yang bisa dipercaya hanya Ahok tentang ibu kota," kata Said Didu.
"Jadi siapapun yang mau dijadikan ibu kota, kalau Ahok belum menjadi penguasa ibu kota, maka akan dibentuk ibu kota baru," lanjutnya.
Said Didu menilai Jokowi masih mengetes keadaan, apakah Ahok dapat diterima kembali atau tidak.
"Saya pikir mungkin Jokowi ini masih menguji kesabaran rakyat Indonesia untuk menerima Ahok," terangnya.
Meskipun tak sepaham dengan Jokowi, Said Didu memuji keteguhan hati mantan Wali Kota Solo itu, ia melihat Jokowi begitu ingin mengangkat Ahok, terlepas dari kontroversi yang mengikutinya.
"Saya salut juga kepada presiden, karena orang kontroversial ini selalu dimunculkan, dan kita tahu persis bahwa hampir semua yang mengkritik Anies itu adalah Ahokers, itu clear (jelas) sekali sampai sekarang," kata Said Didu.
"Jadi apakah Ahok akan diam mengkritik Anies setelah diputuskan kepala otorita untuk pembangunan ibu kota baru atau tidak, kita tunggu," lanjutnya.
Said Didu juga menyinggung soal peran Luhut dan Ahok soal investasi di ibu kota baru.