Kronologi Seorang Warga Tewas Ditembak KKB Papua Joni Botak karena Dikira Mata-mata TNI-Polri

JM ditemukan tewas dengan luka tembak, Minggu (1/3/2020) di pinggiran Kali Kabur oleh keluarga korban yang melakukan pencarian.

Editor: Duanto AS
YouTube Eko Siwar Official
KKB Papua 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang warga Kali Kabur, Tembagapura menjadi korban salah sasaran kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua.

KKB Papua mengira warga bernama JM itu adalah mata-mata TNI-Polri.

Hal ini berdasarkan keterangan dari Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Kamal.

JM ditemukan tewas dengan luka tembak, Minggu (1/3/2020) di pinggiran Kali Kabur oleh keluarga korban yang melakukan pencarian.

Kamal juga membantah berita yang menyatakan JM meninggal diculik aparat di Nahangia.

"Berita meninggalnya JM karena dibunuh aparat keamanan tidak benar atau hoaks" tegas Kombes Kamal di Jayapura, Selasa (11/3/2020), dilansir dari Antara.

Dijelaskan, keluarga korban mengaku sempat mendengar bunyi tembakan sebanyak dua kali, namun di sekitar wilayah itu tidak terdapat pos aparat keamanan.

JM memang dekat dengan aparat keamanan yang ada di Timika sehingga KKB Papua mencurigainya sebagai mata-mata.

Ilustrasi: Kopassus Tumpas KKB Papua Saat Sandera 347 Warga Tembagapura pada 2017 Silam, Begini Kisahnya
Ilustrasi: Kopassus Tumpas KKB Papua Saat Sandera 347 Warga Tembagapura pada 2017 Silam, Begini Kisahnya (Istimewa)

Akibatnya KKB Papua pimpinan Joni Botak pernah mengutus anak buahnya dan menanyakan keberadaan JM, jelas Kamal seraya menambahkan.

Keesokan harinya keluarga mendapat informasi kalau JM ditemukan tewas di sekitar Kali Kabur dan akan menuntut denda adat kepada Joni Botak atas kematiannya, tambah Kamal.

Kabid Humas Polda Papua mengaku, penyidik Polres Mimika telah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut dan telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya.

Sehingga, masyarakat diminta tidak mudah percaya informasi yang tidak benar.

"Polisi akan melakukan penegakan hukum bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran dan kehadiran aparat keamanan untuk menjamin keamanan bagi masyarakat" tegas Kombes Kamal.

Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah menimpa seorang tukang ojek di Puncak Jaya.

KKB Papua menyatakan diri sebagai pihak yang bertanggung jawab di balik penembakan terhadap tukang ojek bernama Sugeng Efendi di Kampung Wiyukwi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Sabtu (2/2/2019) sekitar pukul 17.49 WIT.

Dilansir dari Tribun Video, pihak KKB Papua pun secara terang-terangan mengungkapkan alasan mereka menembak tukang ojek bernama Sugeng dari jarak dekat

Sugeng menjadi sasaran karena dianggap sebagai mata-mata Indonesia atau intel.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved