Advetorial
Temui Pemkab Tanjab Barat, PLN Harapkan Dukungan Terkait Pembebasan Lahan
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (UIW S2JB) melakukan koordinasi dengan Pemkab Tanjab Barat.
Temui Pemkab Tanjab Barat, PLN Harapkan Dukungan Terkait Pembebasan Lahan
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (UIW S2JB) melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi terkait progress pembangunan jaringan listrik pada 19 desa di kabupaten itu, yang ditargetkan selesai pada Mei tahun ini.
Didampingi Senior Manager Perencanaan dan Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jambi beserta rombongan, PLN ingin memastikan bahwa pembangunan jaringan listrik tersebut dapat terlaksana sesuai target.
Ditemui langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat diruang kerjanya, GM PLN UIW S2JB menyampaikan mengenai perkembangan pembangunan jaringan listrik di 19 desa yang tersebar di 3 kecamatan, yakni: Senyerang, Pengabuan dan Seberang Kota ini sudah memasuki tahap penanaman tiang di beberapa lokasi.

"Dari 19 desa, sebanyak 4 desa telah tertanam tiang. Target kami sebelum lebaran sudah selesai," papar Daryono.
Dijelaskannya bahwa pembangunan jaringan listrik yang masuk dalam Program Listrik Desa ini meliputi pembangunan jaringan tegangan 20 ribu volt sepanjang 200,90 kilometer sirkuit (kms), pembangunan jaringan tegangan rendah 220 volt sepanjang 237,80 kms serta gardu listrik sebanyak 163 buah gardu.
Namun dirinya tidak menampik adanya kendala yang dihadapi saat ini, dimana belum selesainya pembangunan gardu induk di Tanjabar bisa berpengaruh terhadap pasokan listrik di kabupaten itu. Kapasitas pembangkit yang ada di kabupaten di ujung timur Jambi ini diprediksi tidak mencukupi beban listrik jika jaringan baru tersebut dioperasikan.

Untuk itu dirinya berharap dukungan dari semua pihak, terutama Pemkab Tanjabar agar pembangunan gardu induk dan tower transmisi yang akan mensuplai gardu itu dapat berjalan lancar.
"Pembangunan gardu induk sudah progress, ditargetkan Juni 2020 selesai. Namun untuk pembangunan transmisi masih terkendala pembebasan lahan," ungkapnya.
Daryono juga mengatakan bahwa PLN sedang berkoordinasi dengan PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper terkait tambahan excess power dari industri kertas yang berlokasi di Tanjabar itu. Jika berhasil, diharapkan tambahan daya listrik dari excess power itu dapat membantu kebutuhan listrik di Tanjabar. Selain itu, PLN juga mengharapkan dukungan dari Lontar Papyrus untuk pembebasan lahan di 39 titik tapak tower transmisi yang masuk ke dalam kawasan hutan perusahaan tersebut.

Sekda Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ir. H. Agus Sanusi, M.Si., mengatakan bahwa Pemkab Tanjabar mendukung penuh pembangunan jaringan listrik di 19 desa tersebut, bahkan sejak awal PLN menyampaikan rencananya tersebut, Pemkab memang sudah mendukung secara penuh.
Dirinya mengatakan bahwa Pemkab juga akan berkomunikasi dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk kendala pembebasan tanah untuk tapak tower dengan didukung aparat kepala desa serta camat setempat.(adv)