Siswi SD di Bungo Jadi Korban
BREAKING NEWS Siswi Kelas II SD di Bungo Diduga Dapat Kekerasan Seksual dari 4 Kakak Kelas
Ironisnya, tindakan tidak pantas yang dialami siswi SD di Bungo itu terjadi saat jam pelajaran sedang berlangsung.
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Duanto AS
BREAKING NEWS Siswi Kelas II SD di Bungo Diduga Alami Kekerasan Seksual dari 4 Kakak Kelas
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Dunia pendidikan dihebohkan dengan beredarnya kabar seorang siswi kelas II sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bungo mengalami kekerasan seksual dari empat orang kakak kelas.
Ironisnya, tindakan tidak pantas yang dialami siswi SD di Bungo itu terjadi saat jam pelajaran sedang berlangsung.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Y, yang merupakan orang tua korban, peristiwa itu terjadi pada Rabu, 26 Februari 2020, sekitar pukul 09.00 WIB.
• Main Sekarang! Live Streaming All England 2020, Marcus/Kevin vs Jason Anthony Ho Shue/Nyl Yakura
• Otak Licik KKB Papua Pimpinan Joni Botak, Tembak Warga Sipil, Tapi Ngaku Prajuritnya Diculik Aparat
• Rahasia Kesederhanaan Sarwendah, Terlihat dari Rumah Orang Tua yang Berasal dari Jambi, Lihat
“Kami tidak terima atas perbuatan empat pelaku," ujarnya, Rabu (11/3/2020).
Informasi yang Tribunjambi.com peroleh, terduga pelaku yang masih di bawah umur, berinisial RNG, TH, BD, dan L.
Pihak keluarga sempat menuntut agar kasus itu bisa diusut secara hukum.
Namun, dari keterangan Y, permasalahan itu akhirnya diselesaikan secara adat.
"Tapi permasalahannya diselesaikan secara adat," sesalnya.
Dari penjelasan Y, pihak keluarga sangat menyayangkan kelalaian dari pihak sekolah, karena kejadian ini disebut-sebut terjadi saat jam pelajaran berlangsung.
Y mengatakan ABC, anaknya, dibawa ke dalam kelas.
Saat di dalam kelas, empat terduga pelaku melakukan kekerasan seksual secara bergantian.
Akibat perbuatan itu, korban mengaku merasakan sakit di organ kewanitaannya.
"Akibat kejadian ini, anak kami belum berani untuk kembali ke sekolah, karena salah satu guru sempat meminta korban untuk tidak menceritakan kejadian ini pada siapa pun," ungkapnya.
Seorang guru, yang oleh Y disebut berinisial N, meminta korban untuk tutup mulut dengan menjanjikan uang Rp 50 ribu.