Berita Tanjab Barat

Ada 50 Sampai 100 Orang Peserta PKH di Tanjabbar Dikeluarkan, Ini Alasannya

Ia menyebutkan bahwa setidaknya ada sekitar 50-100 orang yang sebelumnya terdaftar sebagai penerima PKH dikeluarkan oleh pihaknya...

Tribunjambi/Samsul Bahri
Koordinator PKH Dinas Sosial Kabupaten Tanjabbar, Hendry Adriano. 

Ada 50 Sampai 100 Orang Peserta PKH di Tanjabbar Dikeluarkan, Ini Alasannya

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Penerimaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) setiap tahapan penerimaanya dipastikan mengalami pengurangan.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator PKH Dinas Sosial Kabupaten Tanjabbar, Hendry Adriano, Rabu (11/3/2020).

Ia menyebutkan bahwa setidaknya ada sekitar 50-100 orang yang sebelumnya terdaftar sebagai penerima PKH dikeluarkan oleh pihaknya.

Hal ini lantaran 50-100 orang tersebut sudah tidak komitmen terhadap syarat-syarat penerima PKH.

"Kita pastikan untuk setiap tahapan penerimaan PKH ada pengurangan sekitar 50-100 orang. Dalam artian untuk peserta PKH yang tidak komit dengan syarat penerima PKH," ujarnya.

Pendemo Bawa Sejumlah Tulisan ke Kantor DPRD Provinsi Jambi, RUU Cilako Buat Makin Saro

Daftar Diskon Tiket Pesawat Lion Air & Sriwijaya Air, Promo Tiket ke Dubai hingga New York

Lebih lanjut diterangkan oleh Hendry bahwa ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh peserta PKH sehingga dirinya tetap menerima bantuan dari Kementerian Sosial tersebut.

Misalnya untuk penerima PKH kategori anak sekolah, dimana anak sekolah harus memiliki kehadiran sekitar 85 persen.

"Jadi kita ada pendamping dan mereka yang aktif untuk berkonsul dengan pihak sekolah. Untuk ibu hamil misalnya, harus ada data yang bersangkutan ada pendampingan konsul dengan pihak kesehatan," ujarnya lagi.

"Jika tidak maka akan kita tangguhkan, tapi kalau suatu hari itu diperbaiki maka bisa dilanjutkan atau bahkan sebaliknya jika tidak diperbaiki maka kita keluarkan," lanjutnya.

Sementara itu, Hendry menerangkan bahwa seseorang bisa menerima bantuan PKH apabila secara data orang tersebut masuk dalam data yang dirilis oleh Kemensos.

Setelah itu, berdasarkan data dari Kemensos tadi barulah pihak PKH melakukan validasi data dengan mengunjungi ke rumah orang tersebut.

"Kita lihat, apakah orang tersebut hamil atau miliki balita, usia dini atau miliki anak SD, SMP dan SMA. Kemudian apakah ada lansia di atas 70 tahun atau disabilitas, kalo itu terpenuhi Insya Allah dipastikan sebagai penerima PKH," terangnya.

"Kemudian kalau dalam satu keluarga ada semua komponen itu, maka maksimal itu yang menerima tiga komponen tadi, dilihat dari angka penerima yang paling tinggi," pungkasnya.

(Tribunjambi.com/Samsul Bahri)

Penulis: samsul
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved