Penganiaya Kepsek Positif Narkoba

Kapolres Tanjabbar Sebut Pelaku Penganiayaan Kepsek Ternyata Sempat Menunjukan Senpi

Korban mendengar suara letusan kencang seperti letusan ban. Mendengar letusan tersebut korban langsung keluar ruangan

Tribunjambi/Samsul Bahri
Senpi yang dibawa pelaku saat menganiaya kepsek SMA 10 Tanjabbar 

Kapolres Tanjabbar Sebut Pelaku Penganiayaan Kepsek Ternyata Sempat Menunjukan Senpi

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Kapolres Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), AKBP Guntur Saputro menjelaskan kronologis terjadinya kasus penganiayaan yang dilakukan oleh BM kepada Kepsek SMAN 10 Tanjabbar, Lasemen.

Kata Kapolres kejadian tersebut terjadi pada Rabu (4/3/2020) sekira pukul 17.00 wib di lingkungan SMAN 10 Tanjabbar.

Pada saat itu, Lasemen yang menjadi korban penganiayan tersebut sedang berada di dalam ruangan guru.

Korban mendengar suara letusan kencang seperti letusan ban. Mendengar letusan tersebut korban langsung keluar ruangan.

"Kemudian tersangka menunjukkan senjata api yang diletakkan di pinggangnya namun senjata itu tidak dikeluarkan oleh pelaku," kata Kapolres.

BREAKING NEWS Polres Tanjabbar Ekspos Kasus Penganiayaan Kepsek SMA 10

Jaksa di Sarolangun Masuk Hutan, Ternyata Ini Agenda Para Penegak Hukum bertemu Orang Rimba

Lebih lanjut disampaikan Kapolres, tersangka sempat menanyakan kepada korban kenapa korban menahan HP anaknya.

Namun, belum sempat korban menjawab, tersangka langsung menendang pinggul korban sebanyak satu kali, kemudian memukul bagian kepala korban dengan tangannya tapi dapat ditangkis oleh korban.

"Kemudian tersangka mengambil pecahan batu bata untuk di pukul ke korban tapi berhasil dihalangi oleh seorang ibu kantin dan batu itu dibuang oleh ibu kantin itu," ungkapnya.

Tak sampai di sana, kata Kapolres, kemudian pelaku hendak memukul dengan sebuah tongkat kayu pramuka kepada korban tetapi oleh ibu kantin, tongkat itu diambil dari tangan pelaku dan membuangnya.

"Pelaku juga mengancam korban, jika dalam waktu setengah jam HP anaknya tidak dikembalikan maka dia akan menghabisi korban, itu ancaman korban, yang kemudian pelaku pergi," sebutnya.

(Tribunjambi.com/Samsul Bahri)

Penulis: samsul
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved