Sejarah 6 Maret: 59 Tahun Berdirinya Kostrad, Satuan Baret Hijau TNI Lahir dari Konflik Irian Barat
Ketika Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan, Indonesia secara tak langsung sudah bisa dianggap sebagai bangsa yang bebas dan berdauluat.
TRIBUNJAMBI.COM - Sejarah 6 Maret: 59 Tahun Berdirinya Kostrad, Satuan Baret Hijau TNI Lahir dari Konflik Irian Barat.
Nama-nama besar seperti Soeharto, Prabowo Subianto, Pramono Edhie Wibowo, Gatot Nurmantyo, hingga Andika Perkasa pernah menjadi panglima di satuan ini.
Bagaimanakah kisahnya? Berikut perjalanan Kostrad dari terbentuk hingga eksis sampai sekarang.
Ketika Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan, Indonesia secara tak langsung sudah bisa dianggap sebagai bangsa yang bebas dan berdauluat.
Keberadaan militer Indonesia yang sudah ada menjadi garda terdepan untuk menjaga status itu tetap melekat pada bangsa ini.
TNI yang terdiri dari tiga matra, yaitu darat, laut dan udara memiliki pasukan dan tugas masing-masing sesuai matranya.
• Pernikahan Batal! Penghulu Syok Tahu Mempelai Pria Ternyata Wanita, Curigai Suara Calon Pengantin
• Nasib Veronica Tan Kini 2 Tahun Jadi Janda, Mantan Istri Ahok Rela Jualan Daging: Hidup Itu Lucu!
• Deretan Mobil Bekas Rp 50 Jutaan - Mau Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi, Toyota atau Isuzu?
Khusus TNI Angkatan Darat (AD), mereka memulai langkahnya untuk menjaga kedaulatan negara dengan membangun pos-pos penting tiap-tiap daerah.
Dilansir dari Kostrad.mil.id, pada 1958 sebenarnya sudah terbentuk Komando Daerah Militer (Kodam) yang berada di setiap provinsi untuk memperkuat sistem koordinasi.
Namun ketika itu militer masih bersifat teritorial dengan kemampuan terbatas yang terdiri dari Kodam, Korem, Brigade dan Batalion.
Muncul keinginan dari pimpinan TNI AD untuk membentuk satuan militer yang bersifat mobil dan berkemampuan siap tempur.
Kondisi saat itu ditambah dengan menanggapi masalah Irian Barat.
Melalui surat Kasad Nomor KPTS.1067/12/1960 maka dibentuk Cadangan Umum AD yang disingkat Caduad.
Satuan militer ini awalnya terdiri Brigade-3/Para dengan bagian di dalamnya terdiri atas Yonif 330/Para Kodam VI/Siliwangi, Yonif 454/Banteng Raiders Kodam VII/Diponegoro, dan Yonif 530/Para Kodam VIII/Brawijaya.
Menanggapi surat keputusan Kasad, akhirnya pada 6 Maret 1961 ditetapkan sebagai hari lahirnya Cadangan Umum Angkatan Darat ( Caduad ).
Ketika itu Mayjen TNI Soeharto ditunjuk menjadi Panglima Korra I Caduad.